RADARSOLO.COM - Di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo terdapat sebuah dusun bernama Lumbung Silayur.
Konon kabarnya, di dusun tersebut terdapat sebuah kerajaan ular. Biasa menampakkan diri saat bulan Suro tiba.
Memasuki kawasan Dusun Lumbung Silayur, akan disambut gapura dengan fragmen dua naga bermahkota.
Kedua ekor naga ini bertemu, kemudian melilit simbol Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
“Lumbung Silayur ini zaman dulu merupakan lahan persawahan. Ada lumbung tempat menyimpan persediaan makanan untuk keraton,” kata tokoh pemuda Sukoharjo Prancisca Ridjan alias Ghembor.
Ghembor menambahkan, kawasan sekitar Dusun Lumbung Silayur saat ini cukup ramai. Karena banyak berdiri pabrik dan perumahan. Namun, aura mistis saat malam hari begitu terasa.
“Di Lumbung Silayur, ada bekas tempat lumbungnya. Sekarang dibangun sebuah pondok kecil seperti pos ronda. Di sampingnya terdapat sebuah pohon beringin besar,” imbuh Gembhor.
Menurut cerita turun-temurun warga sekitar, lumbung tersebut dulunya merupakan sebuah kerajaan ular.
Bahkan pada bulan-bulan tertentu, dikunjungi orang dari berbagai daerah untuk tirakatan.
“Mitosnya lumbung itu merupakan kerajaan ular. Kalau bulan Suro tiba, banyak yang tirakatan,” bebernya.
Terkait penampakan sosok seekor ular besar, Gembhor membenarkan. Terutama dari cerita orang-orang yang menjalani tirakatan di lumbung tersebut. Mereka mengaku sering ditemui sesosok ular besar.
“Tradisi tirakat di sana hanya di bulan Suro saja. Jika bulan-bulan biasa, tempatnya sepi. Kalau malam, suasananya sepi, gelap, dan terkesan angker. Karena mitos yang berkembang, tempat itu adalah kerajaan ular,” ujar Gembhor. (kwl/fer)
Editor : Damianus Bram