RADARSOLO.COM – Karanganyar memang dikenal sebagai surga bagi para pendaki dengan berbagai pilihan destinasi alamnya. Selain Gunung Lawu dan Bukit Mongkrang yang sudah populer, ada destinasi lain yang menawarkan pengalaman tak kalah seru, yakni Bukit Jokolangan.
Terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Bukit Jokolangan memiliki ketinggian 2.300 mdpl dan menghadirkan keindahan alam yang masih asri.
Dengan suasana yang tenang, bukit ini merupakan hidden gem.
Cocok jadi pilihan ideal untuk pendaki pemula maupun yang mencari pengalaman mendaki di tempat lebih sepi, namun tetap menawarkan pemandangan memukau.
Perjalanan Menuju Bukit Jokolangan
Akses menuju basecamp Bukit Jokolangan cukup menantang karena jalan yang menanjak dan berliku.
Namun, jangan khawatir, kondisi jalan yang sudah mulus membuat perjalanan lebih nyaman.
Salah satu penanda bahwa Anda sudah dekat dengan basecamp adalah adanya gapura kayu estetis bertuliskan "Jokolangan via Wonorejo".
Basecamp pendakian terletak di rumah Agus Salim, Ketua BUMDes sekaligus pengelola pendakian Bukit Jokolangan.
Proses pendaftaran pendakian pun sederhana. Pendaki cukup melaporkan jumlah orang dan perlengkapan yang dibawa.
Uniknya, tidak ada tarif resmi untuk mendaki di sini.
Pendaki hanya diminta memberikan kontribusi sukarela yang digunakan untuk fasilitas seperti sumber air di pos pendakian dan evakuasi jika terjadi kondisi darurat.
Aturan Pendakian di Bukit Jokolangan
Meski belum resmi dikelola, pendakian di Bukit Jokolangan tetap memiliki aturan yang harus ditaati demi keamanan pendaki. Beberapa di antaranya adalah:
- Pendakian hanya diperbolehkan saat cuaca bagus.
- Tidak diperkenankan mendaki sendirian.
- Harus membawa dua ponsel, dengan satu ponsel dalam kondisi standby untuk situasi darurat.
- Disarankan menggunakan provider tertentu yang memiliki sinyal kuat di area pendakian.
Menurut Agus, sinyal dapat ditemukan di beberapa titik, seperti di pos 1 dan puncak bukit. Ini memudahkan komunikasi jika terjadi keadaan darurat.
Pesona Alam Hidden Gem Bukit Jokolangan
Pendakian menuju puncak Bukit Jokolangan memakan waktu sekitar 5-6 jam bagi pendaki pemula.
Namun, perjuangan ini akan terbayar lunas dengan pemandangan yang disajikan.
Dari puncak bukit, pendaki dapat menikmati panorama Gunung Lawu, lanskap Kota Karanganyar, Solo, hingga Boyolali. Bahkan, keindahan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri dan Telaga Sarangan di Magetan pun terlihat jelas dari sini.
“Jika dibandingkan dengan Bukit Mongkrang, Bukit Jokolangan punya daya tarik tersendiri. Suasana di sini lebih sejuk karena banyak pohon besar di puncak, menciptakan nuansa hijau yang menenangkan,” ujar Agus.
Bukit Jokolangan juga menjadi pilihan tepat untuk healing.
Keasrian alamnya, udara segar, dan ketenangan yang ditawarkan membuat tempat ini ideal bagi siapa saja yang ingin melepas penat.
Destinasi Favorit Pendaki Luar Daerah
Bukit Jokolangan mulai menarik perhatian pendaki dari luar daerah, seperti Magetan, Madiun, Jogja, Solo Raya, hingga Semarang.
Meskipun belum sepopuler Bukit Mongkrang, bukit ini sudah menjadi primadona bagi pendaki yang mencari pengalaman mendaki yang lebih intim dan penuh petualangan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria