RADARSOLO.COM – Meski tidak memiliki banyak wisata alam, Kota Solo kaya akan sejarah, seni, dan budaya.
Tak heran jika Solo menjadi salah satu tujuan wisata heritage dan edukasi yang diakui secara internasional.
Sebagai kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Mataram, Solo memiliki banyak peninggalan bersejarah yang kini dapat dikunjungi sebagai destinasi wisata.
Dikutip dari laman Pemerintah Kota Surakarta dan solocity.travel, berikut 7 tempat wisata sejarah di Solo yang wajib dikunjungi!
1. Keraton Surakarta Hadiningrat
Keraton Surakarta Hadiningrat adalah pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam yang didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II pada tahun 1745.
Bangunan keraton ini menyimpan banyak peninggalan sejarah, seperti kereta kencana, tandu kerajaan, senjata pusaka, dan berbagai koleksi kerajaan lainnya.
Wisatawan bisa melihat pertunjukan tari dan gamelan di pendopo Sasana Sewaka, serta menjelajahi museum kerajaan yang ada di dalam kompleks keraton.
Lokasi: Jalan Kamandungan, Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo
2. Pura Mangkunegaran
Dibangun pada tahun 1757, Pura Mangkunegaran merupakan istana megah yang menjadi pusat seni dan budaya di Solo.
Saat memasuki kompleks ini, pengunjung akan disambut oleh pendopo luas bergaya arsitektur Jawa-Eropa yang biasa digunakan untuk pertunjukan wayang dan gamelan.
Selain menikmati keindahan arsitektur, wisatawan bisa mengikuti latihan tari tradisional, menjelajahi museum kerajaan, hingga mengikuti gala dinner bertema budaya Jawa.
Lokasi: Jalan Ronggowarsito, Keprabon, Banjarsari, Solo
3. Museum Lokananta
Museum Lokananta adalah museum musik pertama di Indonesia dan dulunya merupakan perusahaan rekaman tertua di Tanah Air.
Museum ini menyimpan koleksi piringan hitam, kaset pita legendaris, hingga rekaman asli pidato Proklamasi Presiden Soekarno.
Selain itu, studio rekaman di Lokananta masih beroperasi hingga sekarang dan tetap mempertahankan sistem rekaman analog.
Lokasi: Jalan A. Yani No. 379A, Kerten, Laweyan, Solo
4. Benteng Vastenburg
Dibangun pada tahun 1745 oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff, Benteng Vastenburg adalah salah satu peninggalan kolonial Belanda di Solo.
Dulu, benteng ini digunakan untuk mengawasi aktivitas Keraton Surakarta. Namun, setelah kemerdekaan Indonesia, benteng ini sempat terbengkalai hingga akhirnya direnovasi dan dijadikan situs cagar budaya.
Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Solo
5. Museum Radya Pustaka
Museum Radya Pustaka adalah museum tertua di Indonesia yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah Hindu-Buddha, arca kuno, wayang kulit, serta pusaka adat.
Di dalam museum ini, terdapat perpustakaan dengan koleksi buku-buku sejarah, seni, dan sastra dalam bahasa Jawa Kuno dan Belanda.
Lokasi: Jalan Slamet Riyadi No. 275, Sriwedari, Laweyan, Solo
6. Loji Gandrung
Loji Gandrung adalah rumah dinas Wali Kota Solo yang dulunya merupakan rumah seorang warga Belanda sejak tahun 1830.
Bangunan ini menjadi saksi sejarah berbagai peristiwa besar, termasuk pendudukan Jepang dan strategi perang Jenderal Gatot Subroto. Bahkan, Presiden Soekarno pernah menginap di sini saat berkunjung ke Solo.
Lokasi: Jalan Slamet Riyadi, Penumping, Laweyan, Solo
7. Bunker Kuno di Balai Kota Surakarta
Bunker ini ditemukan pada tahun 2012 dan diperkirakan dibangun pada tahun 1800-an oleh pemerintah Hindia Belanda.
Dulunya, bunker ini digunakan sebagai tempat penyimpanan uang serta tempat perlindungan bagi pejabat Belanda di masa perang.
Lokasi: Kompleks Balai Kota Surakarta, di bawah gedung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Solo tidak hanya dikenal sebagai kota budaya, tetapi juga sebagai kota sejarah dengan berbagai peninggalan bernilai tinggi.
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi sejarah Indonesia, 7 destinasi ini wajib masuk dalam daftar kunjungan saat berlibur ke Kota Solo. (dam)
Editor : Damianus Bram