RADARSOLO.COM - Wonogiri menjadi satu-satunya daerah di Solo Raya yang memiliki pantai. Terdapat belasan pantai di wilayah tersebut. Tentunya cocok untuk menjadi destinasi wisata bagi kaum boro yang pulang kampung saat Lebaran.
Pantai-pantai di Wonogiri berada di wilayah Kecamatan Paranggupito. Meski dikenal dengan perbukitan karst dan batu kapurnya, Wonogiri menyimpan sejumlah pantai eksotis yang menawarkan pesona alam luar biasa.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat belasan pantai yang berderet di Desa Paranggupito, Gudangharjo dan Gunturharjo.
Nama-nama pantai itu di antaranya adalah Pantai Nampu, Pringjono, Puyangan, Waru, Karangpayung, Karang Bang, dan Watu Lawang.
Lalu ada Pantai Nongberi, Condring, Mahguntur, Karangasem, Mrangas, dan Betorokolo. Kemudian masih ada Pantai Kalimirah, Sembukan, Pantai Nglothok, Pantai Dadapan dan Pantai Njojogan.
Pantai itu berjejer dari arah barat yang berbatasan dengan Gunungkidul hingga ke arah timur yang berbatasan dengan Pacitan. Potensi pantai di Paranggupito sangat luar biasa.
Beberapa pantai itu juga kerap dikunjungi wisatawan. Misalnya yang belakangan ngehit adalah Pantai Sembukan, Klothok, dan Karangpayung.
Sebelumnya, ada Pantai Nampu yang lebih dulu ramai wisatawan. Pantai-pantai lainnya juga tak kalah eksotis, namun belum banyak terjamah dan malah menjadikannya tetap perawan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri Haryanto mengatakan, potensi pantai di Wonogiri sangat besar. Sebagian pantai di Kota Sukses juga sudah tersentuh.
Sebagian pantai juga bisa dilalui oleh kendaraan. Namun, beberapa pantai hanya bisa didekati dengan kendaraan kecil seperti mobil atau motor dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
”Misalnya seperti di Karangpayung. Kalau Sembukan, Klothok, dan Nampu bisa kendaraan agak besar, travel masih bisa. Maksimal bus tiga per empat,” ujar dia.
Haryanto menerangkan, eksotisme pantai-pantai di Wonogiri di antaranya adalah keindahan pasir putih. Pantainya juga masih alami. Seperti karakteristik pantai lain yang berbatasan dengan laut selatan, ombak terbilang cukup besar.
Namun, melancong ke pantai tak melulu harus bermain air di laut. Hamparan pasir putih di sejumlah pantai menjadi daya tarik sendiri. Selain itu bau khas laut juga membuat wisatawan betah berlama-lama di pantai.
”Selain itu juga ada pantai dengan karakteristik tebing tinggi. Misalnya seperti di Karangpayung. Itu menjadi daya tarik wisatawan dengan minat khusus. Eksotis kan itu,” papar Haryanto.
Selain itu, juga masih ada tradisi yang menjadi daya tarik di Pantai Sembukan, pantai yang disebut-sebut menjadi gerbang ke-13 Ratu Pantai Selatan.
Selain keindahan alamnya dengan perbukitan karang, Pantai Sembukan juga dikenal sebagai tempat wisata ritual. Banyak yang meyakini bahwa pantai ini merupakan petilasan raja-raja.
Adapun tradisi yang terus dijaga selama turun temurun itu adalah Labuhan Ageng yang digelar jelang 1 Suro.
Labuhan Ageng adalah bentuk wujud syukur masyarakat atas hasil dari laut dan bumi yang diharapkan tambah melimpah.
Dalam Labuhan Ageng, yang dilarung ke Laut Selatan adalah kepala, kaki dan ekor sapi. Adapun sapi yang dipilih adalah sapi jantan berwarna putih. Dagingnya dimasak untuk pesta rakyat.
”Labuhan Ageng itu tradisi masyarakat di sana, terus diuri-uri sampai saat ini,” kata Haryanto.
Pada malam tertentu seperti Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon, biasanya tetap ada orang-orang yang melakukan wisata ritual di Pantai Sembukan. Salah satunya mereka bermeditasi di area sekitar pantai.
Selain Pantai Sembukan, Pantai Klothok belakangan juga ramai dikunjungi wisatawan usai direvitalisasi. Lokasinya tepat di barat Pantai Sembukan.
Pantai Klothok dulunya diproyeksikan sebagai dermaga. Namun karena ombak terlalu besar, kapal nelayan kesulitan bersandar ke sana. Pantai Klothok pun disulap oleh Pemkab Wonogiri bersama dengan Pantai Nampu.
Di sekitar pantai, terdapat plasa pengunjung, jalur pedestrian terhubung Pantai Sembukan termasuk dengan gazebo di bukit sekitaran pantai. Di gazebo itu, bisa menyaksikan panorama laut selatan dan pantai. (al/adi)
DERETAN PANTAI DI WONOGIRI
- Nampu
- Pringjono
- Puyangan
- Waru
- Karangpayung
- Karang bang
- Watu lawang
- Nongberi
- Condring
- Mahguntur
- Karangasem
- Mrangas
- Betorokolo
- Kalimirah
- Sembukan
- Klothok
- Dadapan
- Njojogan
RUTE KE LOKASI
- Jarak dari Wonogiri Kota sekira 44 kilometer (1 jam 45 menit)
- Wonogiri Kota-Wuryantoro-Eromoko-Pracimantoro-Giritontro-Paranggupito