RADARSOLO.COM - Bendung Tirtonadi merupakan infrastruktur penting di Kota Solo yang berfungsi untuk mengatur ketinggian air.
Bangunan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk mengairi saluran irigasi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pengendali banjir yang sering melanda kota Solo.
Terletak di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, bendung ini mulai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2016 dan selesai pada 2018.
Proyek ini memakan waktu pembangunan selama 810 hari dengan anggaran sebesar Rp 182,3 miliar.
Pada saat yang sama, pembangunan Revêtment Kali Anyar Hilir Tirtonadi juga tengah berlangsung selama 240 hari dengan biaya sebesar Rp 29,2 miliar.
Baca Juga: We Land di Sukoharjo Tawarkan Spot Sunrise Menarik dan Instagramable
Kota Solo, yang secara geografis terletak di dataran rendah, menjadikan Bendung Tirtonadi sangat strategis karena terletak di pertemuan beberapa sungai besar, seperti Kali Pepe, Kali Gajah Putih, Kali Anyar, Kali Premulung, dan Sungai Bengawan Solo.
Bagi warga Solo, Bendung Tirtonadi tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik.
Di sore hari, tempat ini sangat cocok untuk menikmati pemandangan matahari terbenam, berburu foto, menyaksikan pertunjukan live music, atau menikmati kuliner serta minuman yang tersedia di sekitar bendung.
Pengunjung juga dapat menyewa perahu untuk berkeliling di sekitar bendung dengan tarif yang sangat terjangkau, yakni Rp 15.000.
Baca Juga: Wisata Edukasi dan Kuliner di Omah Kelinci Karangpandan, Cocok untuk Keluarga
Salah satu kafe yang populer di area Bendung Karet Tirtonadi adalah Djiwo Tresno. Nama kafe ini diambil dengan harapan bahwa usaha ini akan memiliki "jiwa" yang penuh cinta dan kedamaian.
Djiwo Tresno dibuka pada bulan Juli 2024 dan hingga kini masih beroperasi, menawarkan berbagai minuman dengan harga mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 20.000. Kafe ini buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 00.00.
"Untuk melihat sunset, jam 5 sore sudah asyik, tetapi tentu saja tergantung cuaca. Tantangan terbesarnya adalah cuaca hujan, karena tempatnya outdoor. Tapi, yang menyenankan di sini, pengunjung bisa menikmati pemandangan Bendung Karet Tirtonadi sambil menikmati live music," ujar Hanggara Putra Syafahri, pemilik Djiwo Tresno, kepada Jawa Pos Radar Solo.
Bagi warga Solo yang ingin menikmati sunset di Bendung Tirtonadi, tidak perlu khawatir mengenai tiket masuk, karena tempat ini bebas biaya masuk. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir yang sangat terjangkau, yaitu Rp 2.000.
Pemerintah Kota Solo telah menyediakan fasilitas yang memadai, seperti tempat sampah dan tempat duduk, untuk memastikan kenyamanan pengunjung selama berada di sini. (mg8/nik)
Penulis : Siti Fatimah
Editor : Niko auglandy