RADARSOLO.COM – Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar terus bersiap menyambut era baru pariwisata dengan memanfaatkan potensi Bendungan Jlantah yang kini menjadi magnet wisata baru di lereng Gunung Lawu.
Pemerintah desa pun menggandeng berbagai pihak, termasuk komunitas Jeep Wisata, untuk menjelajahi kawasan pegunungan dan area sekitar bendungan.
Saat ini, sudah ada 15 unit jeep yang siap beroperasi membawa wisatawan berpetualang menyusuri rute eksotis di lereng Lawu.
Kepala Desa Tlobo Ledok, Winahyu Tri Prasetyo, mengatakan masyarakat menyambut positif geliat wisata di Bendungan Jlantah.
Baca Juga: Kitagawa: Destinasi Wisata Nuansa Bali di Wonogiri dengan Suasana Asri dan Instagramable
Desa telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta Komunitas Peduli Waduk (KPW) sebagai ujung tombak pengelolaan dan promosi wisata desa.
“Kami sudah memiliki 20 stand UMKM. Saat akhir pekan, pengunjung membludak. Kami juga tengah mempersiapkan kerja sama dengan pengusaha lokal untuk membuka restoran dan wahana seperti waterboom di sisi barat bendungan. Di situ kami punya tanah kas desa yang sangat potensial,” terang Winahyu.
Wisata Jeep Segera Diluncurkan, Jelajah Dusun dan Lereng Lawu
Tak hanya menonjolkan potensi air dan panorama alam, Desa Tlobo juga memperluas pengalaman wisata dengan memanfaatkan trek jeep yang mengitari bendungan hingga ke wilayah dusun-dusun sekitar.
“Bulan depan, setelah pelantikan pengurus KPW, wisata jeep resmi kami luncurkan. Jalurnya sudah mendapatkan izin, dan rencananya wisatawan akan diajak keliling waduk hingga ke dusun-dusun, yang nantinya juga menyediakan oleh-oleh khas desa,” imbuh Winahyu.
Wisata jeep ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi para wisatawan yang ingin merasakan sensasi berpetualang di alam terbuka sambil mengenal potensi lokal desa.
Setiap rute nantinya juga dirancang untuk terintegrasi dengan produk UMKM dan sentra kuliner khas setempat.
Menyongsong Kawasan Pariwisata Terpadu Karanganyar Selatan
Dengan rencana pembangunan jalan tembus antara Tawangmangu dan Jatiyoso, pemerintah desa berharap sinergi kawasan wisata unggulan di Karanganyar semakin kuat.
Apalagi posisi Bendungan Jlantah cukup strategis untuk menjadi penghubung antara jalur wisata barat dan selatan Gunung Lawu.
Keberadaan komunitas peduli dan partisipasi warga lokal menjadi kunci sukses transformasi desa wisata yang berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan.
Karanganyar kini kian siap menyongsong era baru pariwisata inklusif, dengan Bendungan Jlantah sebagai ikon wisata alternatif yang tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. (dam)
Editor : Damianus Bram