RADARSOLO.COM - Berkemah bersama teman sebaya maupun keluarga bisa jadi pilihan untuk mengisi momen liburan sekolah kali ini.
Salah satu lokasi berkemah yang patuh dicoba saat berkunjung di Klaten yakni di Umbul Besuki, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo.
Asyiknya berkemah di bawah rindangnya pohon jati dengan fasilitas bisa berenang di umbul hingga kolam renang buatan bisa ditemui di Umbul Besuki.
Apalagi airnya langsung bersumber dari mata air yang mengalir sehingga dipastikan begitu segar.
Pada kawasan Umbul Besuki terdapat lahan yang diperuntukan untuk kegiatan berkemah bagi wisatawan.
Bisa digunakan bersama keluarga, komunitas hingga teman sekolah dengan peserta maksimal 500 orang.
Ditunjang berbagai fasilitas seperti pendapa, toilet hingga kebutuhan lainnya yang diperlukan.
“Selain tempatnya yang rindang karena terdapat pohon jati, juga tempatnya nyaman, tenang dan jauh dari keramaian. Soalnya itu yang dicari saat berkemah. Apalagi kami tetap menjaga kelestarian alam, terutama keberadaan pohon-pohon jati,” ujar Koordinator Lapangan Umbul Besuki Sukirno saat ditemui Radarsolo.com, Kamis (26/6/2025).
Bagi wisatawan yang ingin berkemah di Umbul Besuki tetapi tidak memiliki tenda tidak perlu khawatir.
Pasalnya pengelola menyediakan persewaan tenda yang bekerja sama dengan pihak ketiga.
Tentunya dengan harga terjangkau, seperti tenda dome untuk kapasitas tiga sampai empat orang Rp 40.000 per malam.
Baca Juga: Ratusan Warga Baru Pagar Nusa Sragen Disahkan, Ketua Cabang Pastikan Keamanan Terkendali
Ada sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan selama berkemah di Umbul Besuki. Seperti membuat api unggun saat pentas seni, outbound hingga tracking menyusuri jalan setapak dengan pemandangan lahan persawahan sejauh 2,5 Km.
“Ada juga permintaan dari sekolah untuk edukasi di bidang perikanan dan pengelolaan sampah. Termasuk menyediakan makanan bagi peserta kemah juga bisa. Jadi paketnya fleksibel menyesuaikan budget,” ujar Sukirno.
Wisata umbul yang dikelola oleh Lembaga Usaha Produktif Milik Masyarakat Desa (LUPMMDes) ini telah menetapkan standar operasional prosedur (SOP) bagi wisatawan berkemah.
Mulai dari menempatkan petugas pendamping hingga menyiapkan mobil ambulans untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
“Jadi tidak kami lepas begitu saja, tetap ada petugas yang standby. Apalagi jika yang berkemah dalam jumlah besar seperti rombongan SD dan SMP,” tambah Sukirno.
Ia menyebut, dalam seminggu setidaknya terdapat dua rombongan yang berkemah di Umbul Besuki.
Baik dari berbagai sekolah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sedangkan dari kalangan keluarga, di dominasi dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Seperti saat Radarsolo.com berkunjung, terdapat rombongan kemah dari Taman Edukasi Sekar Arum (TESA) dengan jumlah 20 orang yang masih berusia belasan tahun. Mereka berasal Klaten, Solo, Madiun, Yogyakarta hingga Tangerang.
“Jadi Umbul Besuki kami pilih karena memiliki sejumlah kelebihan. Adanya lima kolam baik alami maupun modern serta kolam bermain bagi anak dan terapi ikan. Kemudian yang lebih menarik lagi pepohonan yang cukup tertata rapi dan bersih,” ujar Tri Nur Afiati dari TESA.
Tri mengungkapkan, kegiatan yang bisa dilakukan saat berkemah di Umbul Besuki seperti simulasi dan mitigasi bencana, outbound hingga tracking.
Begitu juga edukasi ketahanan pangan budidaya ikan nila yang menjadi potensi dari Desa Ponggok sendiri.
Sebagai informasi, operasional dari loket Umbul Besuki sendiri sudah mulai buka Pukul 08.00-17.00.
Setiap wisatawan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000. Bagi yang hendak berkemah bisa berkoordinasi dengan pengelola terkait waktu dan kebutuhan jauh sebelumnya.(ren/adi)
Editor : Adi Pras