RADARSOLO.COM – Candi Muncar di Kecamatan Girimarto, Wonogiri bisa menjadi salah satu opsi mengusir penat di akhir pekan.
Meski dinamakan Candi Muncar, area wisata itu berupa bendungan atau telaga yang disulap menjadi tempat wisata dikelilingi pemandangan alam.
Candi Muncar berada di wilayah Desa Bubakan, Kecamayan Girimarto. Jaraknya sekira 35 kilometer dari Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri.
Untuk menuju ke tempat wisata itu, bisa dengan mengendarai sepeda motor. Waktu tempuhnya sekira satu jam perjalanan.
Meski lama, perjalanan bakal tetap asyik karena pemandangan alam yang disuguhkan. Suasana khas pedesaan bakal menyambut traveler setibanya di area Candi Muncar. Namun, traveler harus tetap fokus berkendara. Sebab, jalanan yang dilewati cukup ekstrem.
Setibanya di lokasi, rasa lelah bakal terbayar lunas. Pemandangan alam memanjakan mata. Suara gemericik air juga makin membuat betah berlama-lama di lokasi itu.
Seperti saat Radarsolo.com berkunjung ke sana baru-baru ini. Rombongan wisatawan nampak menikmati suasana asri di Candi Muncar.
Ada yang bersantai di sejumlah tempat duduk yang tersedia di pinggir telaga. Ada juga yang asyik memberi makan ikan-ikan di bendungan.
Jenis ikannya ada banyak. Mulai dari koi, nila dan lainnya. Namun, hati-hati supaya jangan sampai tergelincir dan jatuh ke telaga.
”Pengunjung yang ke sini itu kebanyakan menikmati suasana alam. Seperti dingin atau sejuknya suasana di sini, hijaunya alam,” ujar Narno, pengelola area tersebut baru-baru ini.
Dia menceritakan, wilayah itu sejak lama disebut Candi Muncar. Berdasarkan cerita turun-temurun, dulu ada candi petilasan di area setempat.
Selain itu, ada area yang bisa digunakan untuk keceh anak-anak. Letaknya tak jauh dari bendungan. Namun, anak-anak harus tetap dalam pengawasan ya traveler.
Narno menceritakan, dulunya area tersebut adalah bendungan atau tanggul yang dibangun sekira1975.
Namun bendungan itu sempat tertutup sedimen. Objek wisata Candi Muncar buka setiap hari. Buka mulai pukul 07.00 hingga sekira pukul 18.00.
”Kalau di sini belum ada tiket masuk. Cuma sumbangan Rp 5 ribu,” kata dia. (al/adi)
Editor : Adi Pras