Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Astana Temuireng: Menguak Kisah Cucu Raja Majapahit dan Kerabat Mangkunegaran di Karanganyar

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 2 Oktober 2025 | 18:32 WIB
Astana Temuireng di Ngarjosari, Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar.
Astana Temuireng di Ngarjosari, Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar.

RADARSOLO.COM- Ingin mencari ketenangan sambil menapaki jejak sejarah Jawa?

Astana Temuireng adalah destinasi wisata religi yang sempurna.

Kompleks makam bersejarah ini tak hanya menjadi tujuan utama para peziarah, tetapi juga membuka lembaran penting dalam sejarah Wangsa Mangkunegaran.

Situs sakral ini berlokasi di Ngarjosari, Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar. Dari Kota Solo, dibutuhkan waktu sekitar 40 menit perjalanan (sekitar 20 kilometer) menuju arah timur.

Makam Kerabat Penting Wangsa Mangkunegaran

Berbeda dengan Astana Mangadeg yang merupakan tempat peristirahatan para raja Mangkunegaran, Astana Temuireng dikhususkan bagi kerabat dan keturunan para bangsawan Mangkunegaran.

Meskipun tidak berada di garis takhta utama, kompleks ini menaungi makam para bangsawan yang memiliki peran krusial dalam sejarah Praja Mangkunegaran.

Sosok yang dipercaya dimakamkan pertama kali di sini adalah Kyai Ageng Atasangin, atau Adipati Mancanegara, seorang Patih pada masa Kerajaan Pajang.

Menurut Serat Nayakatama, setelah pensiun, Kyai Ageng Atasangin menetap dan meninggal di daerah yang kini bernama Temuireng.

Sejak saat itu, Astana Temuireng menjadi tempat peristirahatan terakhir keluarga Mangkunegaran, termasuk Raden Tumenggung Mangkureja III, Pepatih pertama Mangkunegaran.

Fungsi Ganda: Wisata Religi dan Situs Cagar Budaya

Saat ini, Astana Temuireng memiliki dua fungsi utama bagi masyarakat dan pemerintah:

Baca Juga: Bukan Hanya Mesir! Ternyata Karanganyar juga Punya Piramida yang Sarat dengan Nilai Sejarah

Pusat Ziarah/Wisata Religi: Tempat ini menjadi tujuan ziarah, khususnya bagi mereka yang memiliki garis keturunan Mangkunegaran.

Selain itu, masyarakat umum juga sering datang untuk refleksi diri, merenungkan nilai-nilai kehidupan para bangsawan masa lalu.

Situs Cagar Budaya dan Edukasi: Astana Temuireng telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya.

Tata letak kompleks makam, bentuk bangunan, dan nisan yang ada mencerminkan arsitektur khas masa Mangkunegaran.

Situs ini juga berfungsi sebagai sumber edukasi mengenai silsilah dan sejarah pengabdian kerabat bangsawan Mangkunegaran.

Astana Temuireng menawarkan suasana tenang dan sederhana, menjadikannya pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin mendalami sejarah Jawa. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#astana temuireng #karanganyar #Kerabat #Wisata Religi #mangkunegaran