Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Menikmati Eksotisme Waduk Gajah Mungkur dari Ketinggian "Lambung Kapal" Desa Sendang

Iwan Adi Luhung • Jumat, 17 April 2026 | 18:14 WIB
Pengunjung tidak hanya disuguhi tiupan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan, tetapi juga pemandangan eksotis, terutama saat senja tiba ketika pantulan langit jingga menghiasi permukaan Waduk Gajah Mungkur. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Pengunjung tidak hanya disuguhi tiupan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan, tetapi juga pemandangan eksotis, terutama saat senja tiba ketika pantulan langit jingga menghiasi permukaan Waduk Gajah Mungkur. (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Pesona Waduk Gajah Mungkur (WGM) seolah tidak pernah habis untuk dieksplorasi dari berbagai sudut.

Selain keindahan tepian airnya, kini kawasan ketinggian di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota, semakin naik daun sebagai destinasi favorit bagi mereka yang mendambakan panorama lanskap yang lebih luas dan menenangkan.

Baca Juga: Kumpulkan Rp4,9 Miliar Tanpa Dana Desa, KDMP Metuk Boyolali Jadi Percontohan Koperasi Nasional

Dari puncak perbukitan ini, hamparan air waduk terbesar di Wonogiri tersebut tampak membentang layaknya lautan biru yang dipagari oleh gugusan perbukitan hijau.

Sudut Pandang "Lambung Kapal"

Salah satu titik pandang paling strategis yang kini menjadi magnet wisatawan adalah area Navio Resto & Cafe.

Berada di lokasi ini, pengunjung tidak hanya disuguhi tiupan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan, tetapi juga pemandangan eksotis, terutama saat senja tiba ketika pantulan langit jingga menghiasi permukaan waduk.

Keindahan kontur wilayah Desa Sendang ini pun memiliki kesan mendalam bagi pengelolanya, Edy, yang menemukan keunikan lokasi tersebut melalui aktivitas hobi di udara.

"Saat terbang paralayang, saya lihat lokasi ini seperti lambung kapal," ujar Edy saat menceritakan filosofi pemilihan lokasi tempat usahanya belum lama ini.

Lanskap yang menyerupai lambung kapal tersebut memberikan keunggulan visual bagi Desa Sendang dibandingkan wilayah lainnya.

Kontur perbukitan dengan pemandangan terbuka langsung ke arah air menjadikan wilayah ini memiliki nilai estetika tinggi yang sangat dicari oleh para pemburu konten media sosial maupun mereka yang ingin sekadar melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan.

Destinasi Estetika Anak Muda

Baca Juga: Tak Pengaruh Konflik di Timur Tengah, Minat Daftar Haji Warga Klaten Masih Tinggi Pasca-Lebaran

Potensi wisata di ketinggian Desa Sendang ini dinilai memiliki karakter kecantikan yang tersendiri.

Menurut Edy, profil pengunjung yang menyambangi kawasan perbukitan ini cukup beragam.

Meski demikian, kalangan muda tetap mendominasi sebagai pengunjung setia yang datang untuk bersantai sekaligus berburu foto dengan latar belakang cakrawala Waduk Gajah Mungkur yang tegas.

Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan, Dishub Boyolali Gencarkan Transformasi Keselamatan Berbasis Data

Keberadaan titik-titik pandang di ketinggian ini secara efektif menambah alternatif baru dalam cara menikmati Waduk Gajah Mungkur.

WGM kini tidak lagi hanya dipandang sebagai infrastruktur pengairan semata, melainkan telah bertransformasi menjadi aset pariwisata yang nilai estetikanya semakin dilirik oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.

Dengan pengembangan yang tepat, Desa Sendang diprediksi akan terus menjadi destinasi unggulan yang menawarkan ketenangan dan keindahan visual dari ketinggian. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#menikmati wgm dari ketinggian #desa sendang #waduk gajah mungkur