Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Langit Elora Prahersiwi Diterima di 9 Universitas Top Dunia: Dara dari Manyaran Wonogiri Pilih ke Belanda, Ingin Lihat Salju, Sangu Jahe dan Kerupuk

Iwan Adi Luhung • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 00:50 WIB
Langit Elora Prahersiwi (tengah) bersama orang tuanya berpamitan kepada Bupati-Wabup Wonogiri Setyo Sukarno-Imron Rizkyarno sebelum berangkat ke Belanda untuk menimba ilmu.
Langit Elora Prahersiwi (tengah) bersama orang tuanya berpamitan kepada Bupati-Wabup Wonogiri Setyo Sukarno-Imron Rizkyarno sebelum berangkat ke Belanda untuk menimba ilmu.

RADARSOLO.COM-Langit Elora Prahersiwi bukan gadis biasa.

Dara asal Desa Pagutan, Kecamatan Manyaran, Wonogiri itu diterima di sejumlah universitas top dunia.

Dari sembilan universitas, Elora memilih mengambil jurusan Food Technology di Wageningen University Belanda.

Seperti apa perjalanannya?

Sepiring nasi dengan lauk ayam goreng tersaji di meja makan keluarga Elora Jumat (15/8/2025) pagi. Sarapan kali ini bukan sarapan biasa.

Ayam goreng yang dibawa neneknya dari Cilacap itu menjadi menu terakhir Elora bersantap bersama keluarga sebelum terbang menuju Belanda.

Ya, Elora bakal melanjutkan pendidikannya di Wageningen University di Belanda.

Mengambil jurusan Food Technology. Jurusan Food Technology di universitas itu merupakan yang terbaik di dunia.

"Karena itu saya memilih untuk berkuliah di sana. Pertimbangannya jurusan saya peringkat pertama di dunia, sangat bagus untuk skala internasional," ungkap Elora.

Elora nemang bisa memilih. Pasalnya, gadis asal Dusun Jenghotan RT 03 RW 03 Desa Pagutan Kecamatan Manyaran itu diterima di 11 jurusan di 9 universitas top dunia (lihat infografis).

Dan, pada Jumat pagi Elora bertolak menuju Negeri Kincir Angin. Sekira pukul 06.30, Elora diantar keluarganya menuju Bandara Adi Soemarmo.

Ada lagi faktor yang mendorong Elora memilih berkuliah di Belanda.

Baca Juga: Gotong Royong Bareng Masyarakat, Pemkab Wonogiri Gelar Padat Karya Normalisasi Saluran Irigasi di Desa Soco

Dia menyukai negara yang terkenal dengan bunga tulipnya itu.

"Suka dengan negaranya apalagi di Eropa. Pengin bisa melihat salju," beber dia.

Elora juga menilai, pengembangan pangan di Indonesia sangat potensial. Dia juga suka belajar sains dan teknologi.

Perjalanan Elora bisa berkuliah di luar negeri tak terduga. Bahkan dia tak pernah berpikiran untuk berkuliah di luar negeri.

Perjalanannya dimulai saat gurunya di SMAN 2 Wonogiri menawarinya untuk mencoba seleksi bimbingan terpusat persiapan S-1 luar negeri.

Berawal dari mencoba, Elora malah lolos seleksi pada 2024 lalu, saat duduk di kelas XI.

"Bimbingannya mulai Februari sampai Desember. 10 bulan saya di Jakarta ikut bimbingan itu," beber dia.

Saat itu, banyak hal yang didapatkannya. Mulai dari persiapan dokumen seperti esai, CV dan mengikuti sejumlah tes bahasa Inggris dan Matematika.

Perjuangannya saat itu juga dikuatkan teman-temannya. Elora juga terpilih mengikuti summer program dan berangkat ke Tiongkok.

"Di sana (China) belajar soal pertanian yang presisi," kenang dia.

Berangkat ke Belanda, Elora membawa sejumlah bekal. Di antaranya jahe, sebab Elora gemar meminum wedang jahe.

"Saya bawa sambal banyak. Ada sambal cumi, sambal teri juga saya bawa. Kerupuk saya bawa juga," kata dia.

Elora bercita-cita menjadi ilmuwan. Dia juga bertekad untuk melanjutkan S-2 di luar negeri.

Baca Juga: Ikut Fun Game Nguleg Sambal, Bupati Wonogiri Didampingi Istri Meriahkan Peringatan HUT ke-80 RI

Ayah Elora, Heri Setiyadi mengaku sangat bangga dengan apa yang dicapai putri sulungnya itu.

Namun dia juga mengakui bahwa ada rasa berat untuk melepas anak berkuliah ke luar negeri.

"Tadi saya nangis di bandara. Ra urusan disawang wong liyo. Malah ibunya yang tegar," kata Heri.

Air matanya kembali berlinang saat mengingat masa kecil Elora yang sangat dekat dengan Heri.

Hingga lulus SD, Elora selalu ingin tidur bersama ayah.

Pernah juga keduanya mengalami kecelakaan di Manyaran dan mengalami patah tulang.

"Walau berat, tapi ya sebagai orang tua tetap mendukung. Demi anak," beber dia.

Heri juga mengaku sering ditanya cara mendidik Elora hingga bisa seperti itu.

Namun dengan jujur dia bingung menjawab jika pertanyaan dilontarkan kepadanya.

Yang jelas, dia membebaskan sang anak untuk mengeksplorasi bakat minatnya.

Namun, Heri juga memberikan nasihat agar anak tak terlalu lelah.

"Sejak SMP dia nggak bisa diam. Artinya kalau ada lomba ikut. Misal tenis meja. Lalu juga organisasi di sekolah juga ikut. Sampai saya bilang, po ra kesel, saya minta dijaga kesehatannya," kata dia.

Ada satu pesan yang ditekankan Heri kepada sang anak. Pesan itu adalah agar Elora menjaga diri sebaik-baiknya di Belanda.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Kegiatan Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Wonogiri

Sementara itu, kuliah Elora ditanggung negara. Meski dalam beberapa hal seperti sewa apartemen, harus dibayar oleh orang tua terlebih dahulu.

Namun, ada reimbursement yang diberikan pemerintah sesuai nota.

"Ya sempat kepikiran juga soal biaya. Sama ibunya pokoknya nanti siap kalau mau jual barang, ambil utang. Yang penting untuk anak. Tapi Alhamdulillah ternyata ada reimbursement," kata guru olahraga itu.

Meski Elora mengambil jurusan yang berhubungan dengan pangan, namun ternyata gadis itu cukup picky eater di kesehariannya.

"Kalau makan garingan, kalau sayur berkuah malah jarang sekali. Misalnya kalau ayam ya ayam goreng. Mungkin menurun dari ibunya, kalu ada sayur di piring dicuthiki (disisihkan)," kelakar Heri.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Imron Rizkyarno mengatakan, Elora bersama orang tua dan perwakilan guru sempat berpamitan dengan dia dan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno pada Selasa (12/8/2025).

"Mbak Elora saat itu meminta restu, mau kuliah di Wageningen University Belanda. Kita harapkan lancar," kata Imron.

Pemkab Wonogiri sangat bangga dengan capaian yang diraih oleh Elora.

Bahkan secara pribadi, Imron juga sangat bangga, mengingat dia dan Elora satu almamater, SMAN 2 Wonogiri.

Wabup berharap, Elora bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat ke Wonogiri.

Sebab, salah satu visi misi yang diusung adalah terkait dengan ketahanan pangan.

"Kami doakan juga Mbak Elora bisa S-2 dan S-3 di luar negeri. Ilmunya diaplikasikan di sini. Secara khusus, saya sebagai alumni SMAN 2 Wonogiri bangga ada lulusannya yang diterima di sejumlah universitas top di dunia," pungkas Imron.

Infografis:

Universitas di luar negeri yang menerima Elora:

1. la Trobe University (Australia) - Food and Nutrition
2. Charles Darwin University (Australia) - Bachelor of Engineering
3. Northampton University (Inggris) - Environmental Sciences
4. Wageningen University (Belanda) - Food Technology
5. Wageningen University (Belanda) - Animal Sciences
6. Wageningen University (Belanda) - Marine Sciences
7. Curtin University (Australia) - Mining Engineering
8. Monash University (Australia) - Engineering ( Honours)
9. Adelaide University (Australia) - Aerospace Engineering
10. University Western Australia (Australia) - Engineering (Honours)
11. The University of Auckland (Selandia Baru) - Engineering. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#diterima #universitas top dunia #belanda #bupati #manyaran #Wabup #setyo sukarno #Langit Elora Prahersiwi #wonogiri #berprestasi #imron rizkyarno