RADARSOLO.COM - Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Wonogiri menjadi lokasi digelarnya Peningkatan Kualitas Kebijakan Media Tradisional, Kamis (28/8/2025) malam.
Ada sekira 200 orang yang menghadiri acara dengan pertunjukkan keroncong dan tari-tarian itu.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Joko Purnomo mengatakan, kegiatan itu digelar Pemprov Jateng dalam rangka nguri-uri kebudayaan milik bangsa.
"Biar tidak diaku oleh bangsa lain. Seperti yang terjadi pada reog dulu. Saat ini, reog sudah resmi milik bangsa kita," ujar Joko.
Anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang ngumpulke balung pisah (mengumpulkan orang yang terpisah).
Dimana banyak para pegiat seni budaya berkumpul di satu lokasi.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengapresiasi kegiatan itu.
Menurut dia, kegiatan Peningkatan Kualitas Kebijakan Media Tradisional sangat positif dan bermanfaat.
"Kegiatan ini juga sejalan dengan keinginan kami sebagai pemerintah daerah yang ingin menjaga budaya sebagai identitas bangsa. Ini sebagai upaya pelestarian budaya," kata dia.
Setyo menuturkan, upaya nyata Pemkab Wonogiri dalam melestarikan budaya sudah dilakukan.
Diantaranya dengan pementasan wayang kulit di 25 kecamatan dengan lakon 'Wahyu Katentreman' pada 23 Agustus 2025.
Kemudian pada 26-27 Agustus 2025 digelar lomba tari Kethek Ogleng.
Selanjutnya pada 27 Agustus 2025 malam turut digelar Festival Reyog Wonogiri 2025.
"Ini dalam rangka memperingati HUT Ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus upaya melestarikan budaya adiluhung yang kita miliki," pungkas Setyo.(al)
Editor : Nur Pramudito