Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Waspada Gempa Besar Berdampak Objek Vital

Damianus Bram • Senin, 2 Agustus 2021 | 16:47 WIB
MENGAIRI LINTAS DAERAH: Waduk Gajah Mungkur rawan terdampak bila terjadi gempa besar dengan magintudo 9 ke atas. Foto diambil Sabtu (31/7) kemarin. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
MENGAIRI LINTAS DAERAH: Waduk Gajah Mungkur rawan terdampak bila terjadi gempa besar dengan magintudo 9 ke atas. Foto diambil Sabtu (31/7) kemarin. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
WONOGIRI – Gempa di laut selatan karena adanya pergeseran lempengan bumi masih rawan mengancam wilayah Wonogiri. Ini berpotensi berdampak pada objek-objek vital, salah satunya Waduk Gajah Mungkur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, salah satu penyebab terjadinya gempa adalah akibat pergeseran lempengan. Apabila ini sering terjadi maka maka sangat berpotensi memicu banyak gempa.

“Jadi kalau pernah terjadi pergeseran lempengan suatu saat bisa terjadi lagi dan mengakibatkan gempa. Makanya kita harus waspada,” kata dia.

Sebelumnya, Selasa (27/7) lalu gempa yang berpusat di laut 95 kilometer arah tenggara Pacitan Jawa Timur terasa hingga Wonogiri. Sejauh ini memang belum ada kerusakan atau dampak akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,2 itu di Wonogiri. Namun, bila ini terjadi lagi dengan kekuatan lebih besar maka bisa memicu kerusakan lebih parah.

“Jadi gempa besar tidak hanya bisa mengakibatkan tsunami saja. Bisa mengakibatkan longsor bahkan merobohkan bangunan,” jelas dia.

Objek-objek vital juga bisa terdampak gempa besar dengan magnitudo 9 atau lebih. Salah satunya adalah Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Area itupun sudah dipasangi alat early warning system (EWS). Selain itu, ada sejumlah waduk lain juga rawan terimbas.

Photo
Photo
PERAWATAN: Kapal mengeruk sedimentasi di Waduk Gajah Mungkur agar mampu menampung air lebih optimal. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

“Di Wonogiri kan ada beberapa waduk. Namanya juga bangunan buatan manusia kalau misal ada gempa kekuatannya sangat besar bisa saja terjadi retakan,” kata Bambang.

Saat terjadi gempa bumi masyarakat tidak panik. Namun, harus ada persiapan-persiapan sejak dini untuk mengantisipasi terjadinya gempa sehingga masyarakat bisa melakukan evakuasi secara mandiri.

“Yang jelas tidak perlu panik, segera cari tempat aman. Di wilayah selatan Wonigiri juga sudah sering kami lakukan simulasi mitigasi kalau terjadi tsunami,” kata dia.

Apabila terjadi gempa besar dan menimbulkan tsunami di pesisir selatan Wonogiri dampaknya diprediksi kecil. Pasalnya, air terhalang tebing pantai yang tinggi sebelum menuju pemukiman warga.

“Simulasi tidak hanya melibatkan warga, namun juga bersama pemilik warung di sekitar pantai dan wisatawan. Dengan begitu, semua orang sudah mengetahui apa yang harus diperbuatnya saat terjadi gempa yang mungkin bisa menimbulkan tsunami,” ujarnya. (al/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Waspada Gempa di Wonogiri #Kepala BPBD Wonogiri #gempa bumi #bpbd wonogiri #Waspada Gempa di Objek Vital Wonogiri