Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pencarian Sumber Mata Air di Luweng Melikan Tak Memuaskan

Damianus Bram • Minggu, 5 September 2021 | 21:34 WIB
Tim gabungan saat melakukan pengecekan di Luweng Melikan yang terletak di Dusun Punung Desa Jatirejo Kecamatan Giritontro Sabtu (4/9). (ISTIMEWA)
Tim gabungan saat melakukan pengecekan di Luweng Melikan yang terletak di Dusun Punung Desa Jatirejo Kecamatan Giritontro Sabtu (4/9). (ISTIMEWA)
WONOGIRI - Upaya pencarian sumber air bersih di Luweng Melikan yang terletak di Desa Jatirejo Kecamatan Giritontro tak memuaskan. Padahal, luweng itu diharapkan bisa membantu warga mendapatkan air bersih.

Kepala Desa Jatirejo Sutarno mengatakan pencarian sumber air di Luweng Melikan yang berada di Dusun Punung bermula ketika pada tahun 2018 lalu, dia masuk ke dalam luweng. Saat itu, diketahui ada sumber air potensial di bawah tanah.

"Bahkan saat itu ada suara gembrojok di dalam sana, dugaannya ada sumber air. Tapi ternyata setelah sekian tahun berdasarkan hasil penelitian sumbernya mampet," kata dia Minggu (5/9).

Penelitian itu dilakukan pada Sabtu (4/9) lalu bersama dengan relawan dari Desa Sumberagung Pracimantoro, BPBD Wonogiri dan Mapala dari UMS. Berdasarkan kajian, apabila air dari dalam luweng itu disedot maka debitnya hanya sedikit.

Kades memang berencana mendanai penyedotan atau pengeboran sumber air itu dengan dana desa senilai Rp 30 juta di tahun ini. Namun karena hasil kajian tak begitu memuaskan, maka pengeboran di sekitar Luweng Melikan urung digarap dan anggaran itu bakal diarahkan untuk kegiatan lain.

"Daripada dananya mubazir kita pending dulu saja. Berdasarkan hasil kajian, kalau diangkat nanti cuma sedikit airnya," jelasnya.

Luweng Melikan memiliki kedalaman lebih dari 30 meter jika dihitung total. Saat dicek, juga masih ada beberapa lorong yang belum dimasuki tim gabungan. Meski begitu, tim mengambil sampel air bawah tanah.

"Sampel airnya bersih, tapi untuk debitnya belum tau pasti. Yang jelas debit airnya kecil," kata Sutarno.

Lebih lanjut, Kades mengatakan di musim kemarau ini banyak warga yang membutuhkan air bersih. Sebab, baru dua dusun yang tersentuh aliran air PDAM, tak ada sumber air lain selain dari PDAM . Saat kemarau seperti saat ini, warga setempat terbiasa membeli air tangki untuk mengisi bak-bak penampungan air yang dimiliki setiap rumah warga. Bak penampungan air itu mampu menampung air lebih dari enam kubik.

Satu tangki air dengan kapasitas tujuh kubik dibanderol Rp 120 ribu. Harga itu sudah termasuk biaya antar dan penyaluran ke bak penampungan rumah warga.

"Tujuh kubik bertahan berapa hari itu tergantung penggunaannya, keluarga besar atau keluarga kecil. Kalau keluarga besar kadang satu tangki bisa untuk dua pekan atau bahkan cuma bisa 10 hari saja. Yang beli tangki ini jumlahnya di atas 700 KK," papar Sutarno.

Meski begitu, kedepan pihaknya tetap berkomitmen untuk berusaha mencari sumber mata air lain. Hal itu demi bisa memudahkan masyarakat dalam mendapatkan air bersih. (al/dam) Editor : Damianus Bram
#Luweng Melikan #Pencarian Air Bersih di Luweng Melikan #Kekeringan di Wonogiri #Sumber Air Bersih di Wonogiri #desa jatirejo