Nominal bonus bervariasi, yakni Rp 100 juta bagi peraih medali emas, Rp 75 juta untuk medali perak, dan Rp 50 juta peraih medali perunggu.
Untuk diketahui, ada tiga atlet dan satu pelatih asal Kota Sukses yang memperkuat kontingen Jateng dalam PON XX, sedangkan Peparnas XVII tercatat ada lima atlet dari Wonogiri. Mereka dilepas Bupati Wonogiri Joko Sutopo di Ruang Khayangan Kompleks Sekretariat Daerah Wonogiri Jumat (24/9).
Diterangkan Joko Sutopo, pemberian bonus merupakan wujud konkret memberikan dukungan dan apresiasi terhadap atlet berprestasi.
"Jangan dilihat dari nilainya. Tapi di dalamnya ada semangat kebersamaan. Nilai sportivitas dan komitmen Go Nyawiji berprestasi untuk Wonogiri," terang Joko Sutopo.
Anggaran pemberian bonus murni dari APBD Wonogiri. Artinya, pemberian bonus disesuaikan kemampuan keuangan daerah. Termasuk bagi atlet yang kurang beruntung.
"Targetnya yang penting menjadi yang terbaik. Semoga semuanya bisa pulang membawa medali," harap bupati.
Arif Wirawan, 39, salah seorang atlet Peparnas panahan kelas W2 (beregu open) menuturkan, sebelumnya dia pernah berlaga di Peparnas Bandung 2016 dan meraih emas di beregu panahan. Di event serupa, Wawan, sapaan akrab Arif Wirawan mendapatkan perak secara perseorangan.
Dia bakal memberikan yang terbaik bagi kontingen Jateng pada Peparnas Papua, yaitu membawa pulang emas. "Berusaha maksimal bikin bangga Wonogiri dan Jawa Tengah. Doanya ya," ucapnya.
Selama ini, Wawan berlatih ekstrakeras di tegalan Dusun Kerok, Desa Tremes, Kecamatan Sidoharjo. Di pekarangan itu, Wawan melatih keakuratannya membidik target. Dulunya, dia berlatih menggunakan busur bambu. Tapi kini telah menggunakan alat yang lebih modern. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram