Pelaksana tugas (Plt) Camat Paranggupito Warno menegaskan, seluruh akses ke pantai di wilayah telah ditutup dengan cara memasang portal. Banyak wisawatan dari luar kota terpaksa balik kanan. Namun tidak bagi pelaku ritual.
“Portalnya di Dusun Kranding (Desa Paranggupito) sudah ditutup. Jarak portal dari pantai sekitar satu kilometer. Kendaraannya (pelaku ritual) diparkir di sekitar portal terus jalan kaki," terangnya, Selasa (28/9).
Memang, pada malam-malam tertentu, yakni Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon, Pantai Sembukan cukup ramai dengan kehadiran pelaku ritual. Mereka biasanya berasal dari luar kota. Ditutupnya portal dan harus berjalan kaki ke pantai dianggap sebagai cobaan.
Tiba di pantai, pelaku ritual beraktivitas sekitar 30 menit hingga dua jam kemudian meninggalkan lokasi. Menurut Warno, sejumlah ritual yang biasanya digelar di Pantai Sembukan antara lain larungan.
Kegiatan ritual tidak melibatkan banyak orang, sehingga tidak menimbulkan kerumunan. "Waktu digelar wayangan (di Pantai Sembukan), juga tidak ada pengunjung. Jadi apa yang sudah jadi budaya jalan, PPKM juga jalan. Sangat terbatas yang di sana," ucapnya.
Sebelumnya, Bupati Wonogiri Joko Sutopo menegaskan, pemkab enggan berspekulasi membuka objek wisata. Kebetulan saat ini objek wisata andalan lainnya, yakni Waduk Gajah Mungkur sedang direvitalisasi. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram