Perjuangan pasangan lansia tersebut kemudian menjadi viral di media sosial (medsos). Foto mereka saat berjalan kaki di-repost oleh akun-akun medsos. Dalam narasi yang banyak tersebar di berbagai akun Instagram, kakek itu berniat untuk mengantarkan sang istri untuk mendapatkan suntikan vaksin di Pendapa Kecamatan Paranggupito.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Paranggupito Warno membenarkan bahwa kedua lansia itu memang warganya. Sag kakek Wagiyo yang berumur sekitar 80 tahun. Sementara itu, istrinya adalah Sogiyem berumur sekitar 71 tahun. Hal itu terjadi pada Senin (4/10).
"Jalan kaki dari rumahnya di Dusun Plawon, Desa Gunturharjo. Jaraknya sekitar 6 kilometer dari Pendapa Kecamatan," terang Warno, Senin (4/10).
Warno menuturkan, keduanya rela menempuh perjalanan 12 kilometer pulang pergi demi mendapatkan vaksin. Sebelumnya, Wagiyo sudah divaksin. Namun saat itu, Wagiyo diantar kendaraan untuk pulang pergi vaksinasi.
"Tadi saya juga bertemu dengan beliau-beliau. Ternyata Mbah Sogiyem ini takut naik kendaraan, alasannya mabuk perjalanan. Akhirnya jalan kaki dan diantar Mbah Wagiyo yang juga jalan kaki," kata dia.
Menurut Warno, meski berjalan kaki keduanya tampak baik-baik saja. Pasalnya, hal itu biasa dilakukan oleh pasutri tersebut. Pihaknya sempat menawarkan tumpangan dengan mobil milik kecamatan. Namun, tawaran itu ditolak secara halus oleh Mbah Sogiyem. Alasannya sama, takut mabuk kendaraan. Keduanya juga tak diantar oleh keluarga karena anaknya berada di luar daerah.
Warno mengapresiasi semangat Mbah Sogiyem untuk mendapatkan suntikan vaksin. Menurut dia, adanya kejadian yang viral ini menggambarkan kesetiaan sang suami yang rela mengantarkan istri demi mendapatkan vaksin. Selain itu, juga tanda bahwa program pemerintah berupa vaksinasi disambut baik.
"Tadi jam 07.30 sudah sampai pendapa kecamatan. Mungkin perjalanan sekitar 1 jam ya. Karena tahu keduanya jalan kaki, saya minta Mbah Sogiyem ini didahulukan," papar Warno.
Sementara itu, Warno mengatakan capaian vaksinasi di Kecamatan Paranggupito mencapai 70 persen dari target. Capaian tertinggi di Desa Gendayakan, dengan total 87,33 persen. Bahkan, di salah satu dusun, yakni Dusun Blimbing capaian vaksinasi sudah 100 persen. (al/ria) Editor : Syahaamah Fikria