Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri Joko Santosa mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.00. Pihaknya sempat nendapatkan banyak laporan terkait peristiwa itu.
"Semalam kami sempat banjir laporan. Banyak yang telepon ke kami sekitar jam 21.45 karena kebakaran itu. Saat kebakaran pemiliknya sempat tidak tahu karena sedang berada di rumah bagian belakang. Yang mengetahui malah pengendara yang melintas di jalan," kata dia, Rabu (27/10).
Usai mendapatkan laporan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi kejadian. Setidaknya ada dua unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi tersebut.
Setibanya di lokasi, damkar langsung mencoba menjinakkan si jago merah. Pemadaman api juga dibantu oleh kepolisian dan warga setempat.
"Proses pemadaman dan pendinginan selesai pukul 22.50," ucap dia.
Joko mengatakan, diduga kuat kebakaran itu diakibatkan oleh korsleting listrik di toko kelontong yang ada di lokasi. Api menyambar bensin eceran yang dijual sehingga cepat membesar. Sebagian bangunan yang berbahan kayu pun ludes terbakar.
Joko menuturkan, korsleting listrik kerap terjadi karena sudah uzurnya instalasi listrik. Karena itu, pengecekan instalasi listrik perlu rutin dilakukan. Jika berusia lebih dari 10 tahun, instalasi listrik bisa diganti dengan bahan yang berkualitas sehingga lebih aman. Selain itu, korsleting listrik juga bisa terjadi karena steker yang ditumpuk.
Kabar yang beredar di media sosial, kebakaran itu sempat mengakibatkan ledakan. Joko meluruskan, yang terjadi hanyalah letupan kecil dari tabung-tabung bensin eceran yang dijual.
"Bukan ledakan yang besar. Informasi dari teman-teman di lapangan cuma kecil," jelas Joko.
Dia juga menegaskan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Soal kerugian material, ditaksir sekitar Rp 10 juta.
"Memang laporan masuk biasanya agak terlambat. Tapi Alhamdulillah tidak sampai ada korban jiwa. Kalau ada kebakaran langsung hubungi kami, gratis," tandasnya. (al/ria) Editor : Syahaamah Fikria