"Selama 2021, total kebakaran yang kami tangani 31 kasus," terang Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri Joko Santosa, Selasa (4/1).
Penyebab kebakaran bervariasi. Mulai dari korsleting listrik, kebocoran kompor elpiji, hingga kebakaran lahan dan kandang. Namun yang terbanyak akibat korsleting dengan sepuluh kasus.
Berkaca dari kasus itu, masyarakat perlu menyadari pentingnya memeriksa instalasi listrik di rumah. Pastikan mengganti kabel yang telah usang.
"Ada kejadian saat rumah ditinggal pergi penghuninya, listriknya masih menyala. Sebaiknya kalau rumah ditinggal, listriknya dimatikan. Selain lebih hemat, juga lebih aman," ucapnya.
Ditambahkan Joko, jumlah kasus kebakaran sepanjang 2021 dibandingkan 2020 turun sebanyak dua kasus. Pada 2020 mayoritas kebakaran melanda kendang ternak.
"Berarti sekarang pemilik kandang sudah memiliki kesadaran. Semisal membuat perapian di sekitar kandang, api sudah dipastikan padam sebelum ditinggal,” urainya.
Kasus kebakaran lahan juga berkurang, karena masyarakat tidak sembarang membakar sampah di pekarang, Selain itu, musim hujan yang cenderung lebih lama di tahun lalu turut berpengaruh terhadap minimnya kebakaran lahan.
"Ketika terjadi kebakaran, sekecil apapun, kami mohon langsung dilaporkan. Wong gratis juga, nggak perlu khawatir," tandas Joko. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram