Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Salah Satu Korban Penganiayaan Bank Plecit di Sidoharjo Diduga Alami Keguguran

Syahaamah Fikria • Jumat, 4 Februari 2022 | 03:00 WIB
Pendamping korban Tri Haryanto (kanan) berdiskusi dengan Rita, korban penganiayaan bank plecit dan saksi mata di wilayah Kecamatan Girimarto, Rabu (2/2). (IWAN ADI L/RADAR SOLO)
Pendamping korban Tri Haryanto (kanan) berdiskusi dengan Rita, korban penganiayaan bank plecit dan saksi mata di wilayah Kecamatan Girimarto, Rabu (2/2). (IWAN ADI L/RADAR SOLO)
WONOGIRI – Salah satu dari tiga korban penganiayaan oknum bank plecit di Kecamatan Sidoharjo diketahui mengalami keguguran. Saat ini, korban atas nama Nanik Haryani, 38, warga Desa Sidokarto, Kecamatan Girimarto itu masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Tri Haryanto selaku pendamping korban mengaku, dia mendapat informasi dari kepolisian jika kasus itu masih didalami. Pihaknya bakal tetap mengawal kasus itu sampai tuntas.

"Kita minta keadilan. Diusut tuntas sampai selesai sesuai dengan hukum yang berlaku," tegas dia, Kamis (3/2).

Seperti diketahui, ada tiga orang yang menjadi korban penganiyaan tiga oknum bank plecit.  Mereka yakni Rita, warga Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo. Kemudian Nanik Haryani, 38, warga Desa Sidokarto, Kecamatan Girimarto yang sedang hamil muda dan Kartini, 58, paro baya yang masih satu desa dengan Nanik.

Akibat penganiayaan tersebut, Nanik dan Kartini harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Tri Haryanto menuturkan, saat ini kondisi para korban sudah mulai membaik. Usai mengalami penganiayaan, Kartini mengalami mual. Saat ini, yang bersangkutan masih dirawat di RS Medika Mulya.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari suami Nanik, yang bersangkutan diduga mengalami keguguran usai mengalami penganiayaan.

"Info yang saya dapat begitu. Sebab yang bersangkutan (Nanik) bilang ke suami kalau mengeluarkan gumpalan darah," ujar Tri.

Saat ini, Nanik juga masih dirawat di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Hal itu juga dibenarkan oleh Direktur RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Adhi Dharma.

Lebih jauh Tri juga sudah meminta para korban dugaan penganiayaan untuk menjalani visum.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Wonogiri Wahyu Widayati mengatakan, pihaknya berupaya memerangi bank plecit. Terutama yang masuk ke pasar. Namun, masih ada saja bank plecit yang kucing-kucingan dengan petugas.

"Di Perda Nomor 9 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pasar Tradisional, rentenir tidak boleh masuk pasar. Sebenarnya kita sudah sosialisasikan, termasuk juga meminta BUMD atau bank Himbara untuk ikut di situ. Kalau mereka (BUMD dan bank Himbara) kan legal, nggak mungkin berani menyalahi aturan," terang dia.

Menurut Wahyu, banyak bank plecit yang berkedok koperasi. Karena itu, dia juga meminta masyarakat waspada. Sebab, salah satu ciri koperasi yang legal adalah berbadan hukum. Perihal koperasi juga sudah ada aturan yang berlaku.

Berdasarkan potret kertas nasabah yang dikirim korban Rita, bank plecit itu bernama Horas Ronald Jaya dengan logo koperasi. Disinggung mengenai nama koperasi itu, Wahyu mengatakan, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu legalitasnya. Apakah berbadan hukum atau tidak.

Diberitakan sebelumnya, tiga oknum bank plecit melakukan penganiayaan kepada tiga nasabahnya pada Senin (31/1) lalu. Korban ditahan di salah satu rumah di Sidoharjo dan baru dipulangkan keesokan harinya.

Berdasarkan informasi dari korban, pelaku penganiayaan terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki.  Laki-laki itu adalah R, yang juga bos bank plecit. Sementara dua pelaku wanita adalah I dan S. I merupakan istri dari R, sedangkan S adalah istri seorang polisi. Tindak penganiayaan disebut dilakukan di rumah S, yang tak lain adalah anggota Bhayangkari itu. (al/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#bhayangkari aniaya warga #korban penganiayaan bank plecit keguguran #bank plecit #sidoharjo #bank plecit aniaya nasabah #penganiayaan