Sabtu (23/4) pagi, Narno diantar oleh Forkompimcam Jatipurno ke rumah sakit pelat merah itu. Dia mendapatkan pelayanan untuk dibuatkan protesa tangan.
Camat Jatipurno Mawan Tri Hananto mengatakan, sebelumnya Narno mendapatkan perhatian dari sejumlah pihak. Mulai dari bantuan yang diberikan langsung oleh Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto hingga bantuan lain yang diberikan oleh para dermawan.
”Setelah itu, saya berkoordinasi dengan Pak Adhi Dharma (Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri), ternyata RSUD bisa membuat protesa tangan untuk Pak Narno,” kata dia saat bertemu koran ini di Singodutan Sport Center.
Setibanya di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Narno langsung menjalani sejumlah pemeriksaan. Mulai dari pemeriksaan awal, proses pengukuran dan lain sebagainya.
Mawan menuturkan, Jumat (29/4) protesa tangan kanan sudah jadi. Sementara untuk protesa tangan kiri terus dikebut.
”Kanan dulu, ibaratnya hadiah Lebaran. Jadi nanti saat Lebaran juga lebih nyaman lah. Tapi yang kiri juga sudah diukur dan juga dikerjakan,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Narno mengalami kecelakaan kerja saat membangun rumah tingkat di wilayah Kecamatan Slogohimo. Saat itu, Narno sedang menarik adukan semen dari lantai dua ke lantai tiga. Rumah itu dibangun menggunakan besi panjang yang memiliki pengait. Namun tanpa disadari, besi yang digunakan menarik adukan semen itu menempel di kabel listrik tegangan tinggi. Akhirnya dia tersetrum.
Narno tersengat listrik tegangan tinggi hingga mengalami luka bakar parah di kedua tangannya. Kedua tangannya pun diamputasi. Sejumlah bantuan telah mengalir ke Narno. (al/adi) Editor : Damianus Bram