Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Karangtaruna di Kelurahan Giripurwo Siap Kelola CFD di Wonogiri

Damianus Bram • Senin, 30 Mei 2022 | 03:38 WIB
LOKASI CFD: Pengendara melintas di sekitar Taman Tugu 45 di Jalan Ir. Soekarno Minggu (29/5). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
LOKASI CFD: Pengendara melintas di sekitar Taman Tugu 45 di Jalan Ir. Soekarno Minggu (29/5). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
WONOGIRI – Karangtaruna di Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri siap mengelola car free day (CFD) dengan sejumlah konsep yang telah dimatangkan. Titik sepi pengunjung di CFD sebelum pagebluk bakal diramaikan.

Salah satu tokoh pemuda Kelurahan Giripurwo Supar mengatakan, ada koordinasi yang dilakukan antara pihak kecamatan dengan sejumlah tokoh pemuda di Kelurahan Giripurwo. Itu membahas tentang persiapan CFD.

”Kami berkoordinasi dengan tokoh-tokoh di tiga lingkungan, Gerdu, Sanggrahan, dan Salak. Termasuk ke pengelola parkir dan perwakilan PKL membahas CFD bersama dengan kecamatan,” ujar dia, Minggu (29/5).

Dia menerangkan, pihaknya siap menjadi pengelola CFD yang sebelum pagebluk Corona digelar di Jalan Ir. Soekarno (dulu Jalan Pemuda II). Konsep pun telah dibuat saat berkoordinasi dengan camat setempat.

Pihaknya belajar dari CFD sebelumnya. Dimana keramaian warga terpusat di sekitar alun-alun dan ada titik yang sepi. Seperti di sisi timur, sekitar Taman Tugu 45 atau dari barat Jembatan Jurang Gempal hingga sekitar Markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri. Area sisi timur itu juga dikeluhkan PKL sepi pengunjung.

”Nanti konsepnya, spot yang sepi kita beri hiburan seperti live music untuk menarik pengunjung. Ada sejumlah pembagian zonasi yang juga sudah disiapkan," kata dia.

Yang jelas, pihaknya siap menata CFD jika nanti sudah digelar. Data terakhir, kata Supar, ada sekitar 300 PKL yang menjajakan dagangannya saat CFD sebelum pandemi. Area di sekitar alun-alun yang sebelumnya paling ramai rencananya bakal digunakan sebagai zona pameran. Dia mencontohkan, dealer bisa menyewa zona itu.

Seniman lokal Wonogiri bakal ditanggap untuk mengisi spot hiburan. Biayanya tanggapan akan diambilkan dari retribusi PKL, parkir dan pemasukan lain seperti sewa zona pameran.

Pihaknya juga sudah melakukan hitung-hitungan terkait pemasukan dan pengeluaran CFD. Contoh saja, pengeluaran CFD diantaranya untuk kebersihan. Pemasukan retribusi bakal dikelola oleh karang taruna tiga lingkungan. Pihaknya optimis, dengan pengaturan zona baru nantinya semua titik bakal ramai. Dengan begitu juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

”Uang yang didapat dikelola bareng-bareng. Nanti juga akan digunakan untuk aksi sosial semisal memberikan bantuan sosial bagi warga Kecamatan Wonogiri Kota yang membutuhkan bantuan sosial,” kata dia. (al/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Seniman Lokal Wonogiri #Car Free Day #CFD di Wonogiri