Ketua PAC PDIP Kecamatan Eromoko Ari Sumantri mengatakan ambulans yang dimiliki pihaknya belum kembali hingga Kamis (2/6) siang. Diketahui, ambulans itu hilang pada Rabu (1/6) dini hari sekitar pukul 02.00. "Yang mengambil ambulans juga terekam CCTV," kata dia Kamis (2/6) siang.
Dia menerangkan, ada satu orang yang terekam kamera pengawas saat mengambil mobil sosial itu. Diketahui, pelaku mengenakan jumper berwarna biru, bercelana pendek dan bersepatu kets.
Sayangnya, gambar di CCTV yang ada di sekitar Posko PAC PDIP Kecamatan Eromoko kurang begitu jelas. Saat kejadian, area di sekitar juga sedang hujan. "Kami dapat informasi kalau ambulans itu dibawa ke arah Manyaran," ujar
Diduga kuat ambulans itu hilang diambil oleh orang alias dimaling. Alasannya, kata Ari, potongan stiker branding yang terpasang di ambulans ditemukan di Dusun Tiken Desa Pulutan Wetan Kecamatan Wuryantoro (ruas jalan Wuryantoro-Manyaran). Pihaknya juga berencana untuk melaporkan hal tersebut kepada kepolisian menunggu petunjuk dari Ketua DPC PDIP Wonogiri Joko Sutopo.
Yang jelas, pelayanan sosial PAC PDIP Kecamatan Eromoko terganggu akibat hilangnya mobil sosial itu. Ari mengatakan, mobil itu kerap digunakan untuk mengantarkan orang sakit hingga mengantarkan jenazah.
"Mengantar orang melahirkan juga sering. Masyarakat yang membutuhkan kita perbolehkan untuk menggunakannya secara gratis," kata Ari yang juga anggota DPRD Wonogiri itu.
Sebelumnya diberitakan mobil ambulans PAC PDIP Kecamatan Eromoko raib pada Rabu dini hari. Tidak ada izin penggunaan ambulans pada saat itu.
Kunci kendaraan Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi H 1720 OZ itu selalu ada di dalam mobil. Sebab, itu untuk berjaga-jaga ketika ada kondisi darurat mobil bisa langsung digunakan.
Sekretaris DPC PDIP Wonogiri Setyo Sukarno menyayangkan hilangnya mobil ambulans itu, apalagi jika ada orang yang berniat jahat mencuri mobil sosial tersebut. Sebab, mobil itu biasanya digunakan untuk kegiatan sosial yang membantu masyarakat yang membutuhkan. (al/dam) Editor : Damianus Bram