Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kesaksian Korban Kecelakaan Maut Minibus di Nguntoronadi: Tak Bisa Napas karena Masuk Air 

Syahaamah Fikria • Selasa, 22 November 2022 | 07:28 WIB
Suasana RS Hermina Wonogiri, Senin (21/11) malam. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Suasana RS Hermina Wonogiri, Senin (21/11) malam. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Korban selamat dalam kecelakaan maut minibus Panca Tunggal di Dusun Kepuh, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, tepatnya di selatan Gunung Pegat menceritakan detik-detik peristiwa yang merenggut delapan nyawa tersebut.

Sopir minibus Wantiyo menuturkan, saat kejadian posisi minibus akan menanjak. Namun, kondisi jalan licin. "Sudah hampir sampai sebenarnya. Saya hand rem, malah mlorot," kata dia, Senin (21/11) malam.

Akibat kecelakaan, Wantiyo mengaku merasakan sakit di bagian lengan kanannya. Namun, kondisinya masih sadar.

Dia mengatakan, jumlah penumpang yang naik minibus sekitar 25 orang. Namun berdasarkan informasi di lapangan, jumlah penumpang mencapai 46 orang.

"Saya sering nyopir dan lewat situ," kata dia.

Salah satu korban selamat, Reni Utami mengatakan, saat kejadian minibus hendak melewati tanjakan. Karena tak kuat, bus justru hilang kendali dan akhirnya terperosok ke jurang.

"Di belakang deretan saya banyak yang orang tua," kata wanita asal Dusun Bendungan RT 02 RW 01 Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi itu.

Reni mengaku tak mengetahui secara pasti apakah minibus masuk ke kolam atau sungai. Sebab, kondisi saat itu gelap.

"Yang jelas saya minum air sampai nggak bisa napas. Tadi saya basah kuyup," kata Reni.

Lebih jauh, Reni menceritakan, saat bus sudah menunjukkan tanda-tanda tak kuat menanjak, para penumpang panik. Bahkan ada yang berteriak.

Menurut dia, sopir minibus juga telah disarankan oleh para penumpang agar tak lewat jalan tersebut. Saat berangkat, sopir juga sempat bingung lokasi rumah keluarga bayi yang ingin dijenguk.

"Waktu nggak kuat nanjak tadi minibusnya nggereng. Semua panik, ada yang berdiri akhirnya terguling. Saya sempat ketumpuk banyak orang. Sampai minum air tidak bisa napas," papar Reni.

Menurut dia, rombongan itu adalah warga satu dusun. Ada yang berasal dari RT 02, 03 dan 04.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari RS Hermina Wonogiri, ada delapan korban yang meninggal dunia. Serta 11 orang penumpang yang luka dan dirawat di sana.

"Yang delapan orang sampai sini sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Kepala Jaga RS Hermina Wonogiri Tri Hastuti.

Para korban luka dipastikan sudah mendapatkan tindakan darurat. Mulai dari pemberian obat hingga pemasangan infus.

"Sebanyak lima hingga enam korban luka dipastikan rawat inap. Tadi kita rontgen ada yang patah tulang. Ada juga yang mengeluhkan masih pusing. Luka robek di kepala juga ada," papar dia.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, keluarga korban juga telah tiba di RS Hermina. Di ruang jenazah, petugas Inafis Polres Wonogiri melakukan pengecekan sidik jari untuk memastikan identitas korban.

"Inafis membantu melakukan pengecekan sidik jari. Ini tadi alamatnya kan belum jelas. Ini membantu mendata nama dan alamat korban. Nggak ada KTP sama sekali," ujar Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Supardi. (al/ria)

Daftar Nama Korban Meninggal:

  1. Sumirah

  2. Darmi

  3. Warni

  4. Jiyem

  5. Paikem

  6. Marinah

  7. Giyat

  8. Warsiyem


Daftar Korban Luka-Luka:

  1. Sukini

  2. Warsi

  3. Makinem

  4. Samiyem

  5. Warti

  6. Wantinah

  7. Reni Utami

  8. Srianti Asih

  9. Siti Sumarti

  10. Wakinem

  11. Tasya

Editor : Syahaamah Fikria
#kecelakaan #minibus panca tunggal #kecelakaan di nguntoronadi #Kecelakaan di Gunung Pegat #korban kecelakaan di nguntoronadi #kecelakaan maut