Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kecelakaan Maut Minibus di Nguntoronadi Diduga karena Faktor Human Error

Syahaamah Fikria • Selasa, 22 November 2022 | 19:47 WIB
Kondisi minibus yang terperosok ke kolam ikan dalam kecelakaan maut rombongan tilik bayi di Dusun Kepuh, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi. (Istimewa)
Kondisi minibus yang terperosok ke kolam ikan dalam kecelakaan maut rombongan tilik bayi di Dusun Kepuh, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi. (Istimewa)
RADARSOLO.ID - Faktor kesalahan manusia mengemuka di balik kecelakaan maut minibus di Dusun Kepuh, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, tepatnya selatan Gunung Pegat, Senin malam (21/11).

Selain dugaan bahwa sopir sengaja membawa penumpang melebihi kapasitas angkut, dipastikan bahwa minibus berplat nomor AD 1684 BG itu telah melewatkan dua kali masa uji kelayakan kendaraan (KIR).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Wonogiri Waluyo, Selasa (22/11).

“Secara sekilas berdasarkan laporan staf yang tadi ke TKP memang kami menangkap ada indikasi human erorr di balik kecelakaan ini. Ada informasi sopir sengaja memuat penumpang melebihi kapasitas angkut. Kami juga memastikan bahwa minibus yang terperosok masuk ke jurang itu melewatkan dua kali masa uji kelayakan,” katanya.

Waluyo menambahkan, minibus maut yang menewaskan delapan warga Dusun Bendungan, Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi itu terakhir melakukan uji kelayakan pada Maret 2021 lalu. Mestinya, lanjut Waluyo, uji kelayakan dilakukan dua kali setahun, atau setiap enam bukan sekali.

“Sebenarnya, kami sudah mengirimkan edaran ke pengusaha angkutan untuk tertib melaksanakan uji kelayakan. Karena ini terkait keselamatan di jalan. Tadi di TKP juga ditemukan bekas rem. Artinya rem berfungsi. Tapi kami juga mendapati adanya ban gundul di minibus tersebut,” imbuhnya.

Disinggung lebih jauh mengenai indikasi human error terkait kecelakaan itu, Waluyo mengatakan bahwa hal tersebut baru sebatas dugaan. Dia kemudian meminta semua pihak untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan polisi.

“Itu hanya dugaan kami saat ini. Berdasarkan temuan kami. Untuk lebih jelasnya, mari menunggu hasil penyelidikan oleh kepolisian,” tegasnya.

Diketahui, kecelakaan maut di Dusun Kepuh, Desa Bumiharjo mengakibatkan delapan nyawa melayang, Senin malam. Minibus itu mengangkut 36 penumpang rombongan tilik bayi. Bus tak kuat menanjak saat melintas di jalan tanjakan. Sopir sempat melakukan langkah hand rem, namun minibus hilang kendali hingga akhirnya terperosok ke area persawahan penuh air. (aw/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#kecelakaan di nguntoronadi #penyebab kecelakaan minibus nguntoronadi #human error #kecelakaan maut #Dishub Wonogiri #kecelakaan rombongan tilik bayi