Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hari AIDS Sedunia: Dinkes Wonogiri dan KDS Bujuk Populasi LSL Periksa Kesehatan

Damianus Bram • Jumat, 2 Desember 2022 | 02:40 WIB
SIMPATI: Mahasiswa bagikan bunga dan leaflet kepada pengendara di traffic light Giriwono, Wonogiri, dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia, Kamis (1/12). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
SIMPATI: Mahasiswa bagikan bunga dan leaflet kepada pengendara di traffic light Giriwono, Wonogiri, dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia, Kamis (1/12). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Temuan puluhan kasus baru HIV/AIDS di Kota Sukses, mengundang keprihatinan berbagai pihak. Termasuk dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Gajah Mungkur. Mereka mendorong agar populasi kunci lelaki seks dengan lelaki (LSL), bersedia memeriksakan kondisi kesehatannya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Wonogiri Suprio Heryanto menjelaskan, ada temuan 49 kasus HIV/AIDS baru sepanjang Januari-September. Fenomena gunung es HIV/AIDS ini, diharapkan muncul ke permukaan, dengan menumbuhkan kesadaran populasi kunci agar memeriksakan diri. Sehingga saat seseorang tertular penyakit tersebut, segera mendapatkan penanganan.

“Ada kemungkinan jumlah kasus tahun ini akan ada peningkatan dibandingkan 2021. Tahun lalu ada temuan 50 kasus baru,” terang Suprio di sela peringatan Hari AIDS Sedunia 2020 di traffic light Giriwono, Wonogiri, Kamis (1/12).

Diakui Suprio, peningkatan kasus HIV/AIDS ini pertanda, bahwa keterbukaan masyarakat untuk memeriksakan diri meningkat. Sehingga tujuan bersama three zero, yakni zero infeksi HIV/AIDS baru, zero kematian karena HIV/AIDS, dan zero stigma negatif HIV/AID di 2030 bisa terwujud.

Saat pihak-pihak terkait aktif menjangkau populasi kunci yang berisiko terpapar HIV/AIDS, maka temuan kasus kian bertambah. Beberapa waktu lalu, KPA bersama KDS Gajah Mungkur dan Dinkes Wonogiri, berhasil menjangkau ratusan LSL.

“Tercatat 219 orang (LSL) mau dites. Dan kami dapati sejumlah orang positif. Makin banyak kami jangkau populasi kunci, makin banyak tambahan kasusnya dan lebih dini diketahui. Jadi semakin cepat penanganan,” ungkap Suprio.

Peringatan Hari AIDS Sedunia, juga melibatkan mahasiswa Akper Giri Satria Husada. Mereka membagikan bunga dan leaflet terkait edukasi HIV/AIDS. Termasuk pemasangan pita merah kepada pengguna jalan yang melintas.

“Aksi simpatik ini sesuai hasil rapat KPA se Jateng. Disepakati dilakukan serentak. Di Wonogiri juga ada pencanangan kampus peduli AIDS dan mahasiswa duta peduli AIDS. Termasuk workshop ilmiah HIV/AIDS,” imbuh Suprio.

Ketua KDS Gajah Mungkur Achmad Sulistijo menambahkan, momentum peringatan Hari AIDS Sedunia ini diharapkan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Serta berharap, orang-orang yang memiliki resiko terpapar, aktif memeriksakan kesehatan.

“Biar tahu apakan positif atau tidak. Sebab tidak hanya terpapar HIV saja. Kan juga berpotensi kena IMS (infeksi menular seksual),” urainya.

Diakui Achmad, usia remaja rentan tertular HIV. Karena faktor hubungan seksual yang berisiko dan menyimpang. “Ada anggota kami, paling muda masih kelas IX SMP. Bukan tertular dari orang tua, tapi dari itu (hubungan seks berisiko),” ujarnya

Laki-laki yang pernah berhubungan seksual dengan sesama jenis, lanjut Achmad, sudah masuk kategori LSL. Bahkan yang sudah beristri sekalipun. Nah, bagi LSL yang ingin memeriksakan diri, KPA menyediakan aplikasi khusus. Dari aplikasi inilah anggota KPA melalukan pendekatan ke LSL.

“Selain pakai aplikasi, kami juga pendekatan dengan door-to-door bersama puskesmas. Kami pendekatan ke hotspot-hotspot, di mana populasi kunci yang berisiko tertular HIV/AIDS ada,” bebernya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Wonogiri Satyawati Prawirohardjo membenarkan peningkatan tren kasus HIV/AIDS pada LSL naik. Saat ini ada KPA dimudahkan aksesnya dalam menjangkau LSL. “Mengajak LSL untuk tes. Dari 219 LSL yang diperiksa, 10 positif,” ungkapnya.

Sementara itu, wakil bupati (wabup) sekaligus Ketua Pelaksana KPA Wonogiri Setyo Sukarno didampingi Kepala Dinkes Wonogiri Setyarini menyebut pentingnya upaya preventif dalam menekan penularan. Pascatemuan 49 kasus baru di Kota Sukses.

“Kami berupaya pada three zero tercapai. Tahun depan ada hibah anggaran Rp 50 juta untuk KPA. Jika kurang bisa ditambah di APBD Perubahan 2023. Kami juga akan meningkatkan deteksi pada populasi kunci,” terang Setyo Sukarno. (al/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Kasus HIV/AIDS #Kasus HIV/AIDS di Wonogiri #dinkes wonogiri #hiv/aids #hari aids sedunia #KPA Wonogiri