"Alatnya beda dengan penyimpanan darah biasa. Ada kotak penyimpanan darah, khusus untuk menyimpan trombosit," ujar Kepala Markas PMI Wonogiri Warjo usai Musker PMI Wonogiri 2023, Rabu (8/2/2023).
Trombosit, kata Warjo, tidak bisa disimpan dalam lemari pendingin biasa. "Harga alat penyimpan trombosit senilai Rp 300 juta. Dengan alat itu, trombosit selalu siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan pasien,” ungkapnya.
Ketua PMI Wonogiri dr. Dwi Handoyo mengatakan, dalam Musker itu, PMI Wonogiri merencanakan program kerja 2023. Salah satunya layanan ambulans 24 jam secara gratis, pengentasan rumah tidak layak huni, dan pelatihan pertolongan pertama .
Berikutnya, menggelar humanity trip berupa study visit anak-anak TK/KB berkunjung ke PMI, pengadaan alat penyimpan trombosit, dan menyosialisasikan program kerja PMI 2023 kepada masyarakat. Termasuk menampung kritik, aspirasi dan saran demi kelancaran tugas-tugas kepalangmerahan.
Diketahui, anggaran PMI Wonogiri tahun ini senilai Rp 1,14 miliar hasil penggalangan bulan dana PMI di Wonogiri. "Kebetulan, di tahun 2022, bupati Wonogiri mengizinkan kembali pelaksanaan bulan dana, sehingga bisa mengumpulkan Rp 1,14 miliar," tuturnya.
Meskipun anggaran yang tersedia tak sebanding dengan kebutuhan PMI Wonogiri, namun hal tersebut tak memengaruhi semangat pelayanan masyarakat. Solusinya, diterapkan pemenuhan kebutuhan prioritas.
Sekretaris PMI Wonogiri Teguh Setiyono mengatakan, pelaksanaan program kerja membutuhkan sinergi hingga tingkat kecamatan. Para pengurus PMI Wonogiri didominasi para kepala OPD Pemkab Wonogiri untuk memperkuat organisasi tersebut.
"PMI telah menjadi rujukan nasional. Maka, mari bersinergi agar PMI lebih kuat," pintanya. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono