"Iya benar (pintu spillway dibuka)," ujar Kepala Sub Devisi Jasa Air Jasa Tirta III/1 Fendri Ferdian, Selasa (28/3/2023).
Menurut Fendri, pintu spillway kembali dibuka, Senin (27/3/2023) pukul 13.35. Pembukaan pintu spillway guna menjaga control water level. "Pembukaan pintu spillway sesuai SOP," kata dia.
Terpisah, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Sri Maryati mengaku telah mendapatkan informasi dibukanya pintu spillway WGM dari PJT.
"Berdasarkan laporan pengamatan, pada Selasa pukul 14.00 dalam kondisi siaga kuning. TMA (tinggi muka air) 136.37 mSHVP," kata dia.
Diketahui WGM siaga hijau jika TMA 135,30 mSHVP; siaga kuning 136,00 mSHVP, sedangkan siaga merah 137,20 mSHVP.
Sementara itu, outflow dari spillway 100 meter kubik per detik dan dari turbin PLTA 60,2 meter kubik per detik. Jadi total outflow dari WGM ke Sungai Bengawan Solo 160,2 meter kubik per detik. "Dampak sampai dengan saat ini (Selasa sore) tidak ada," kata dia.
BPBD Wonogiri telah menyampaikan setiap perkembangan informasi laporan data pengamatan WGM kepada masyarakat melalui perangkat, relawan, dan tokoh masyarakat.
"Kami juga berkoordinasi dengan pihak PJT terkait perkembangan informasi hasil pengamatan WGM," pungkas Sri Maryati. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono