Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Revalidasi Gunung Sewu: Layak Bertahan di UNESCO Global Geopark, Siap Promosikan ke Dunia

Syahaamah Fikria • Senin, 24 April 2023 | 16:00 WIB
DIROMBAK: Pengunjung berwisata sekaligus menambah pengetahuan di Museum Karst Indonesia belum lama ini. (ISTIMEWA)
DIROMBAK: Pengunjung berwisata sekaligus menambah pengetahuan di Museum Karst Indonesia belum lama ini. (ISTIMEWA)
RADARSOLO.COM - Gunung Sewu yang membentang di Kabupaten Gunung Kidul, DI Jogjakarta; Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah; hingga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur sudah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark. Sesuai hasil simposium di Totton City, Jepang, 19 September 2015. Setelah itu, akan dilakukan revalidasi atau evaluasi ulang terkait kelayakan itu.

Revalidasi terakhir terhadap Gunung Sewu dilakukan pada 2019. Menerjunkan Lopez Coballero dari Spanyol dan Arthur Agostinho De Abreu dari Portugal. Mengamati dan menilai kemajuan pengelolaan Gunung Sewu.

Selama lima hari kunjungan, tim penilai mengakui kagum dengan keindahan alam, keanekaragaman budaya, serta keanekaragaman geologi Geopark Gunung Sewu. Tim penilai waktu itu menyebut, pengembangan Geopark Gunung Sewu cukup signifikan.

Namun, tim memberikan beberapa rekomendasi demi kemajuan Geopark Gunung Sewu. Arthur dan Javier menekankan pentingnya menjalin hubungan dan kerja sama dengan anggota Global Geopark lainnya dari berbagai belahan dunia.

Selanjutnya, tim mengirim hasilnya ke UNESCO. Otoritas yang berwenang menentukan, apakah layak bertahan atau dikeluarkan dari keanggotaan UNESCO Global Geopark. Jika mendapat kartu hijau, Gunung Sewu dianggap lulus penilaian. Sedangkan jika kartu kuning, UNESCO akan memberi waktu dua tahun, untuk ditingkatkan dan akan dinilai kembali.

Nah, tahun ini tim dari UNESCO akan diterjukan lagi ke Gunung Sewu untuk revalidasi. Ada sejumlah geosite yang disiapkan untuk dikunjungi.

“Peninjauan meliputi Kabupaten Wonogiri, Gunungkidul, dan Pacitan. Kemungkinan kunjungan dilakukan antara Juni-Juli,” terang Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri Haryanto.

Haryanto menambahkan, ada sejumlah hal yang bakal direvalidasi tim dari UNESCO. Mulai dari kelestarian, edukasi, hingga budaya. “(Nanti dinilai) apakah itu semua masih terjaga,” imbuhnya.

Hasil revalidasi 2019 silam, Gunung Sewu masih layak masuk keanggotaan Global Geopark. Disporapar berharap, Gunung Sewu kembali diakui keanggotaannya. Sebab, ada sejumlah keuntungan yang bisa didapat.

“Salah satu keuntungan masuk jaringan UNESCO, akan dibantu mempromosikan Gunung Sewu. Sehingga berpotensi lebih dikenal di seluruh penjuru dunia. Jadi ketika warga negara asing ingin belajar geopark di Gunung Sewu, bisa ke Wonogiri, Pacitan, atau Gunungkidul,” jelas Haryanto.

Jelang revalidasi, ketiga kabupaten bersama pengelola Gunung Sewu UNESCO Global Geopark (GSUGG) terus merapatkan barisan. Kebetulan tahun ini, Wonogiri mendapat jatah sebagai sekretariat GSUGG.

Terkait geosit di GSUGG yang ada di Kota Sukses, di antaranya Museum Karst Indonesia (MKI), Gua Tembus, Gua Sodong, Gua Merica, Gua Potro Bunder, Gua Gilap, Luweng Sapen, serta Pantai Sembukan.

“Penilaian tidak hanya unsur bebatuan (karst) saja. Tapi lebih luas, seperti edukasi, kelestarian alam, dan lainnya. Di Wonogiri lebih ke arah edukasinya, melalui Museum Karst,” bebernya.

Sementara itu, Pengelola Museum Karst Indonesia Darmadi menyebut, pihaknya sudah menyiapkan berbagai hal demi mulusnya revalidasi UNESCO. Salah satunya mempercantik lokasi yang akan dikunjungi.

“Kami sudah menyiapkan gua-gua yang ada agar kondisinya senatural mungkin. Bersama relawan juga menjaga kelestarian dengan penghijauan. Termasuk pemasangan tanda jalur evakuasi,” ujarnya.

Terkait koleksi di MKI, di antaranya foto-foto geopark di Indonesia dan dunia. Termasuk replika kerangka dan ilustrasi kehidupan manusia purba, serta sampel bebatuan karst. (al/fer/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#Gunung Sewu #unesco #unesco global geopark #Musuem Karst Indonesia #Geopark Gunung Sewu