Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dimodali Rp 3,8 Miliar, Bupati Wonogiri Minta PDAM Tuntaskan Dampak Kemarau

Iwan Adi Luhung • Kamis, 10 Agustus 2023 | 04:24 WIB
Debit air Waduk Krisak atau dikenal juga Waduk Tandon di Kabupaten Wonogiri menyusut drastis hingga bagian dasarnya terlihat. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Debit air Waduk Krisak atau dikenal juga Waduk Tandon di Kabupaten Wonogiri menyusut drastis hingga bagian dasarnya terlihat. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARWONOGIRI.COM-Dampak El Nino pada kemarau tahun ini sudah mulai terasa. Debit air Waduk Krisak atau Waduk Tandon mengering.

Pemkab Wonogiri berupaya mendekatkan layanan air bersih bagi warga di wilayah rawan kekeringan.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, pihaknya fokus di wilayah-wilayah yang memiliki potensi terjadinya kekeringan akut, yakni selatan Kabupaten Wonogiri.

"Seperti di Kecamatan Paranggupito dan Pracimantoro," ujarnya, Rabu (9/8/2023).

Menurut bupati, di wilayah dengan potensi kekeringan akut itu memiliki permasalahan dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Pemkab Wonogiri berupaya memberikan solusi dengan memberikan anggaran ke PDAM senilai Rp 3,8 miliar guna penyelesaian jalur distribusi umum (JDU). "Nanti kami garap ini," ucap dia.

Hal tersebut untuk meminimalkan dampak El Nino. "Jadi nanti dari HU (hidran umum) ke SR (sambungan rumah). Jadi mendekatkan pelayanan (di wilayah selatan)," kata bupati.

Selain itu, anggaran belanja tidak terduga (BTT) bisa dianggarkan bila ada kebutuhan krusial saat kemarau. Bupati menyebut anggaran BTT senilai Rp 5 miliar - Rp 7 miliar.

"Itu cukup siap untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diharapkan. Kalau ada yang urgent, bisa menggunakan BTT. Pasti akan kami lakukan," jelasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Trias Budiono mengatakan, saat ini sudah masuk puncak musim kemarau.

"Prediksi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), mulai Agustus-September masuk puncak kemarau," tutur dia.

Selain kekeringan, masyarakat juga diminta waspada dengan kebakaran lahan. Menurut Trias, sudah ada surat resmi dari Sekda Wonogiri dan diteruskan kepada seluruh camat dan lurah/kades mengantisipasi hal tersebut. (al/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pemkab wonogiri #kemarau #kekeringan #pdam