RADARWONOGIRI.COM-Bagi warga di Wonogiri dan sekitarnya yang ingin menghapus tato, bisa datang ke Masjid Sholihin, Jalan Yudistira 8, Wonokarto Barat, Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri Kota, Sabtu-Minggu (26-27/8/2023) pukul pukul 08.30-16.00.
Di tempat itu, Komunitas Hapus Tato Pro Care Klaten menggelar event bertajuk “Wonogiri Hapus Tato #2”. Bertujuan membantu warga yang ingin menghapus tato dengan biaya terjangkau.
Kegiatan itu diinisiasi Komunitas Hapus Tato Pro Care Klaten, bersama takmir Masjid Sholihin. Penghapusan tato dengan metode laser.
“Selama ini kalau menghapus tato tanpa dibekali pengetahuan yang cukup, bisa muncul keloid di kulit. Melalui metode laser, kulit bisa kembali normal selama tidak ada gangguan tertentu,” kata Founder Komunitas Hapus Tato Pro Care Klaten Habib Ismail, Jumat (25/8/2023).
Ismail menambahkan, di luar event seperti itu, biaya menghapus tato cukup tinggi. Bahkan ada yang merogoh kocek hingga Rp 2,5 juta per gambar. Melalui event tersebut, warga yang hendak menghapus tato dengan metode laser cukup berdonasi.
“Tato ukuran satu telapak tangan Rp 150 ribu. Ukuran dua telapak tangan Rp 200 ribu. Sistemnya donasi. Kami tidak mematok harga tertentu yang memberatkan. Kami ingin membantu mereka dan nanti diganti donasi atau infak,” beber Ismail.
Donasi tersebut untuk mengganti biaya operasional. Misalnya untuk obat-obatan, perlengkapan, dan sebagainya. Untuk informasi pendaftaran, bisa menghubungi 0889 7007 0077 (admin) atau 0821 3747 8161 (Edi). Peserta mendaftar lewat formulir yang akan dikirim via WhatsApp (WA).
Terkait persyaratan, Ismail menyebut peserta tidak memiliki riwayat penyakit atau alergi kulit, bebas diabetes, hepatitis, HIV, tidak keloid, sehat jasmani, tidak menyusui, berpakaian rapi, dan mengisi donasi.
“Ini event kali kedua di Wonogiri, yang pertama pada 2022. Pendaftarnya lebih banyak. Hampir 50 orang,” jelasnya.
Ismail menyebut, alasan seseorang ingin menghapus tato di tubuhnya misalnya merasa tidak nyaman saat salat atau bersosialisasi. Ada juga karena tuntutan pekerjaan.
“Biasanya seseorang menato diri karena masalah keluarga dan pergaulan. Intinya kami ingin membantu warga yang ingin menghapus tato,” tandas Ismail. (al/fer)
Editor : Tri Wahyu Cahyono