RADARWONOGIRI.COM-Kualitas panen durian Pogog di Kabupaten Wonogiri kali ini kurang memuaskan.
Tahun lalu, ukuran durian Pogog lebih besar. Tapi kini, mayoritas berat durian hanya separonya.
"Saat ini baru awal-awal panen. Kemungkinan sampai April 2024," ujar Rimo, petani dan pengepul durian asal Dusun Pogog. Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri, Rabu (20/12/2023).
Menurut Rimo, berat rata-rata durian Pogog enam kilogram (kg). Sekarang hanya tiga kilogram.
“Cari yang lima kilogram susah sekarang. Dulu rekornya yang terdokumentasikan 10 kilogram untuk satu buah. Yang tidak terdokumentasikan ada yang 13 kilogram," papar Rimo.
Menurut Rimo, hasil panen yang kurang memuaskan itu karena faktor cuaca yang lebih panas.
"Sejak dulu memang ada musim kemarau dan penghujan. Tapi kemarau yang tahun ini lebih panas. Saya kira ini paling panas sejak saya masih kecil," tutur dia.
Meski ukuran atau bobot durian Pogog lebih kecil, imbuh Rimo, rasa buahnya lebih mantap.
Dia menjual durian Pogog Rp 50 ribu per kg.
Sementara itu, Joko Santoso, penikmat durian berburu buah kesukaannya ke Puhpelem bersama sejumlah rekannya.
Dia penasaran dengan si Pogog. "Rasanya mantap. Manisnya terasa. Tidak sia-sia jauh-jauh dari Wonogiri ke sini," ungkapnya. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono