RADARSOLO.COM- Ratusan umat Katolik mengikuti Jalan Salib di Gunung Gandul Kecamatan Wonogiri Kota, Jumat (29/3/2024).
Prosesi Jalan Salib di tahun ini kembali menggunakan tablo atau peraga.
Diketahui pada 2023, Jalan Salib di Gunung Gandul yang perdana digelar pascapandemi Covid-19 dilaksanakan tanpa menggunakan tablo.
Prosesi Jalan Salib dimulai sekira pukul 08.00. Total, ada 14 titik perenungan yang ada dalam Jalan Salib itu.
Mulai dari peragaan penangkapan Yesus di Getsemani, pemanggulan salib menuju Bukit Golgota, hingga penyaliban Yesus di Bukit Golgota dan pemakaman Yesus.
Ratusan umat Katolik mengikuti prosesi itu. Berjalan dari kaki Gunung Gandul hingga ke lokasi penyaliban. Total ada 14 titik perenungan yang dilalui para umat.
"Jalan Salib ini digelar supaya umat ikut merasakan kesengsaraan Tuhan Yesus di Bukit Golgota yang divisualisasikan di Gunung Gandul," ujar Ketua Paskah Paroki Gereja Santo Yohanes Rasul Iput Hariyanto.
Iput menuturkan, konsep Jalan Salib tahun ini dikembalikan seperti sebelumnya. Diperagakan, Yesus membawa salib dari titik awal Jalan Salib dan Yesus disalib di titik akhir Jalan Salib.
Total ada 14 titik pemberhentian atau perenungan saat Jalan Salib. Di setiap pemberhentian ada bacaan peristiwa yang dialami Yesus atau perenungan. Jarak perjalanan hampir 2 kilometer.
"Pesertanya sekira 250 orang. Ada yang dari Wonogiri Kota, maupun kecamatan lainnya yang ada di Wonogiri, seperti Selogiri, Ngadirojo, Jatisrono dan lainnya," papar Iput.
Toni, salah satu umat yang mengikuti Jalan Salib adalah Toni.
Warga Lingkungan Gerdu, Kelurahan Giripurwo Kecamatan Wonogiri Kota mengaku setiap tahun selalu mengikuti Jalan Salib saat digelar.
“Bersama keluarga ini. (Ikut Jalan Salib) untuk merasakan penderitaan yang dirasakan Yesus saat itu, empati," kata dia.
Meskipun lelah saat menaiki Gunung Gandul, Toni tetap melakukannya. Dan menurut dia selalu ada hikmah yang didapatkan.
"Hikmah setiap tahun berbeda. Mungkin kalau saat ini kondisi ekonomi susah. Semoga dengan tirakat ini semua keadaan menjadi baik," kata dia. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono