RADARSOLO.COM-Kejutan datang dari Tarso, anggota DPRD Wonogiri dari Fraksi PDI Perjuangan Wonogiri.
Dia mengambil formulir bakal calon bupati (bacabup) di Kantor DPC Partai Gerindra Wonogiri, Jumat (17/5/2024).
Tarso disambut Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Wonogiri Jati Waluyo.
Dia mengaku tidak meminta restu PDI Perjuangan untuk mengambil formulir itu.
Sebab menurut dia, kontestasi Pilkada adalah hak warga negara.
"Itu hak semua warga negara Indonesia. Masalah ini jelas. Arah kita, panjenengan (Anda) sudah mengetahui semua. Mohon dijabarkan sendiri," ucap Tarso.
Tarso sebelumnya menyatakan akan keluar dari PDI Perjuangan, apakah ini adalah momentum akan keluar dari PDI Perjuangan?
"Kalau saya momentum. Pilkada kan digelar lima tahun sekali. Pas ada Pilkada serentak seluruh Indonesia. Hanya itu saja," jelasnya.
Alasan memilih perahu Gerindra untuk maju dalam Pilkada? Tarso mengatakan, seseorang pasti memiliki pilihan.
Sebagai warga Wonogiri, dia menentukan pilihannya sendiri.
"Artinya saya tidak mengatakan njenengan (Anda) tahu. Saya lewat Gerindra pasti bisa menjabarkan sendiri secara politik, monggo terserah njenengan," kata dia.
Ditambahkan Tarso, setiap orang punya firasat, tujuan dan kemantapan hati masing-masing.
Itu artinya, Tarso sudah memantapkan hatinya untuk mendaftarkan diri ke Gerindra.
Tarso mengaku sudah mengantongi dukungan dari pihak keluarga. "Keluarga sangat merestui," tuturnya.
Soal merampungkan tugasnya di DPRD Wonogiri, Tarso menuturkan hal itu tergantung situasi. Jika mampu, dia akan menyelesaikannya.
Sebab sampai dengan saat ini Tarso masih anggota DPRD Wonogiri.
"Masa jabatan saya sampai Agustus nanti. Jadi penyesuaian saya sendiri. Kalau saya ingin misal keluar, pasti ada pernyataan ketua DPRD. Karena harus melalui peraturan yang ada. Tergantung saya sendiri. Maaf, ini jangan dipelintir-pelintir," bebernya.
Menurut Tarso, memilih Gerindra sebagai kendaraan politik adalah pilihan hati nuraninya.
Selain itu, salah satu syarat mencalonkan diri sebagai bupati atau wakil bupati adalah berangkat dari parpol.
"Sudah saya pertimbangkan sesuai hati nurani saya, niat saya," kata Tarso.
Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Wonogiri Jati Waluyo mengatakan, wewenang pihaknya adalah menyediakan formulir pendaftaran.
Keputusan akhir siapa yang akan maju menjadi calon bupati dan wakil bupati, ada di tangan DPP dan DPD partai.
"(Pendaftaran bacabup) sudah kami buka mulai tanggal 13-26 Mei 2024," katanya.
Sebelum Tarso, sudah ada satu orang yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati, yakni Budi Prasetyo.
Jati menuturkan, pihaknya membuka pintu lebar-lebar bagi yang hendak mengambil formulir dari Gerindra.
Soal koalisi partai yang akan mengusung, pihaknya juga masih membuka pintu.
"Kemarin ada komunikasi awal dengan PAN dan PKB," tuturnya.
Hingga berita ini masuk meja redaksi, belum ada tanggapan dari DPC PDI Perjuangan Wonogiri terkait Tarso yang mengambil formulir pendaftaran kepala daerah di Partai Gerindra. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono