RADARSOLO.COM–Curah hujan di Kabupaten Wonogiri mulai menipis. BPBD Wonogiri pun pasang kuda-kuda.
Mereka melakukan pemetaan wilayah berpotensi terdampak kekeringan pada kemarau tahun ini.
"Kami upayakan pemetaan segera selesai," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Trias Budiono, Senin (10/6/2024).
Pemetaan kawasan rawan kekeringan dilakukan bersama dengan dinas dan instansi lain.
Misalnya DPU dan PDAM untuk memetakan sararana prasarana air bersih yang telah dibangun dan kondisinya saat ini.
"Pendataan dulu. Fungsinya bagaimana," ucapnya.
Berkaca pada 2023, tercatat 13 kecamatan terdampak kekeringan.
Tak hanya wilayah langganan kekeringan seperti Kecamatan Paranggupito.
Kecamatan yang sebelumnya tak terdampak, pada tahun lalu terimbas kemarau.
"Seperti di Kecamatan Selogiri dan Wonogiri Kota. Sebelumnya tidak terdampak. Tapi tahun lalu ada yang terdampak,” ujar Trias.
Untuk distribusi bantuan air bersih pada tahun lalu, lanjut Trias, menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) dan corporatae social responsibility (CSR).
"Semisal ada permohonan (bantuan air bersih), kami juga laporkan ke pak bupati. Kemudian menunggu dawuh (perintah) pak bupati," jelasnya.
Diungkapkan Trias, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak 30 Mei 2024 hingga 10 Juni 2024 melakukan upaya rekayasa cuaca untuk hujan buatan.
Wonogiri masuk wilayah yang diupayakan. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono