RADARSOLO.COM–Kondisi puluhan siswa SDN 2 Jatiroto, Wonogiri yang diduga mengalami keracunan membaik.
Sebagian besar dari mereka sudah masuk sekolah.
Hafidz Akbar, salah seorang siswa SDN 2 Jatiroto mengatakan, sebelum mengalami gejala keracunan, dia sempat membeli sejumlah jajanan di pedagang yang mangkal di sekolah.
Jajanan yang dibeli Hafidz antara lain sempol, papeda dan es kuwut.
"Jajan habis Rp 5 ribu. Ada yang beda (rasanya), ada yang agak asam," ujar siswa kelas V itu, Jumat (9/8/2024).
Gejala keracunan tak langsung dirasakan Hafidz.
Dia mengonsumsi jajanan yang dibeli dari pedagang Selasa (6/8/2024) siang.
Sore harinya, saat tiba di rumah, dia merasa mual. Tapi tidak pusing.
Kondisi tersebut memaksanya tidak masuk sekolah selama 2 hari.
"Biasanya sering jajan itu (yang dibeli pada Selasa) tapi tidak apa-apa," jelasnya.
Selain Hafidz, tiga siswa kelas VI, yakni Abid Jalu, Juan Mada dan Alif Raka juga merasakan gejala serupa.
Mereka membeli jajanan yang hampir sama.
Baca Juga: Pelatih Timnas U-17 Nova Arianto Mengaku Kaget Saat Dengar Kabar Matthew Baker dipanggil Australia
Yakni es minuman saset, papeda, frozen food goreng seperti sosis, tempura dan roti kemasan.
"Saya mual, pusing, sakit perut. Muntah sama lemas, sampai jam 1 malam. Rasanya ada yang agak pait-pait gitu, biasanya tidak," beber Abid.
Kepala SDN 2 Jatiroto Ria Sulistiyono menuturkan, per Jumat (9/8/2024), mayoritas siswa yang mengalami gejala keracunan sudah masuk sekolah.
Dari total 25 siswa, hanya enam anak yang belum masuk sekolah.
Tiga diantaranya adalah siswa yang sempat menjalani rawat inap.
“Total sampai hari ini masih ada enam yang belum masuk. Tiga yang sempat rawat inap itu. Semuanya kondisi membaik, sebagian besar sudah masuk seperti biasa. Tiga siswa dirawat dan sudah boleh pulang," papar Ria.
Diketahui, puluhan siswa SDN 2 Jatiroto mengalami gejala keracunan. Tiga orang diantaranya dilaporkan menjalani rawat inap di dua klinik yang ada di Kecamatan Jatiroto. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono