RADARSOLO.COM-Dalam upaya meminimalkan dampak korban jiwa akibat ancaman tsunami yang disebabkan oleh gempa megathrust, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri melakukan langkah mitigasi dengan memasang papan petunjuk jalur evakuasi di wilayah rawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Wonogiri Trias Budiono mengungkapkan, pihaknya telah melaksanakan simulasi evakuasi gempa megathrust di beberapa lokasi di Kecamatan Paranggupito, Rabu dan Kamis (11-12/9/2024).
"Tujuannya agar masyarakat dapat melakukan evakuasi mandiri dengan cepat dan tepat," ujarnya, Jumat (13/9/2024).
Selain simulasi, BPBD juga telah memasang papan penunjuk jalur evakuasi di sejumlah pantai populer di wilayah Wonogiri.
Seperti Pantai Nampu, Sembukan, dan Klothok.
"Jalur evakuasi sudah tersedia, termasuk penentuan titik kumpul bagi warga," kata Trias.
Dijelaskannya, jika terjadi tsunami setinggi 20 meter di Pantai Nampu, masyarakat dapat segera mengikuti jalur evakuasi yang telah disediakan.
"Tebing di Pantai Nampu memiliki ketinggian sekitar 30 meter hingga area pedagang di atas. Jika bergerak ke arah utara, titik evakuasi akan berada di tempat yang lebih tinggi," ungkap dia.
Dengan adanya jalur evakuasi yang jelas, diharapkan masyarakat dapat menyelamatkan diri sehingga potensi korban jiwa dapat diminimalkan.
Trias juga menekankan agar masyarakat tidak panik berlebihan menyikapi ancaman gempa megathrust.
"Yang terpenting adalah tetap waspada dan siap melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan," tuturnya.
Sebelumnya, Pemkab Wonogiri telah mengadakan simulasi evakuasi gempa megathrust di beberapa titik di Kecamatan Paranggupito.
Baca Juga: Dua Pesepak Bola Putri U-12 Asal Sukoharjo Tanding di Tiongkok
Menariknya, saat simulasi hari kedua, dilaporkan terjadi gempa sungguhan meski tidak dirasakan oleh para peserta. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono