RADARSOLO.COM-Sejumlah langkah efisiensi anggaran telah diterapkan di lingkungan Pemkab Wonogiri sejak beberapa tahun terakhir.
Namun, penghematan listrik yang dilakukan di sejumlah kementerian/lembaga sejauh ini belum terasa signifikan di Pemkab Wonogiri.
Pantauan di Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Kamis (13/2/2025), menunjukkan penggunaan listrik masih berjalan seperti biasa.
Baca Juga: Viral Pengajian Gus Iqdam di Pacitan Pakai Musik DJ Serasa Konser, Netizen Geram: Parah!
Komputer dan AC tetap menyala, begitu juga sambungan WiFi yang tetap aktif.
Hal serupa juga terpantau di Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri, di mana AC di ruang pegawai masih beroperasi seperti biasa.
Meski demikian, ada kebijakan tidak menyediakan teh untuk pegawai, yang ternyata sudah berlaku sejak beberapa tahun lalu sebagai bagian dari efisiensi.
Selain itu, pegawai juga disarankan untuk segera pulang setelah jam kerja usai guna mengurangi pemakaian listrik di luar jam operasional.
Baca Juga: Soal Efisiensi Anggaran, Ini yang Dilakukan Pemkab Klaten
Di sisi lain, di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonogiri, penggunaan listrik tetap normal, dan teh bagi pegawai masih disediakan.
Namun, muncul kekhawatiran terkait efisiensi alat tulis kantor (ATK) yang bisa berdampak pada pencetakan e-KTP.
Pasalnya, pencetakan e-KTP memerlukan ribbon atau tinta khusus yang harganya mencapai jutaan rupiah.
Jika kebijakan efisiensi ATK mencapai 90 persen, maka pelayanan pencetakan e-KTP bisa terdampak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri FX Pranata menanggapi kekhawatiran ini dengan memastikan bahwa pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
"Tidak sampai seperti itu. Jika efisiensi ATK sampai berdampak pada pelayanan masyarakat, kita akan kalkulasi langkah strategis. Intinya, layanan masyarakat tetap harus diprioritaskan dan dijalankan," ujar Sekda.
Pranata menambahkan bahwa Wonogiri sudah terbiasa dengan pengetatan anggaran dibandingkan daerah lain.
Sebab itu, berbagai langkah efisiensi sudah diterapkan jauh sebelum adanya kebijakan efisiensi nasional.
Dalam efisiensi surat-menyurat, Pemkab Wonogiri bahkan sudah meminimalkan penggunaan kertas.
Sebagian besar komunikasi dan undangan dikirimkan melalui WhatsApp (WA) tanpa perlu dicetak untuk mengurangi biaya administrasi.
"Kadang surat undangan tidak lagi memakai amplop dan langsung diserahkan. Bahkan banyak undangan dishare lewat WA supaya lebih hemat dan efisien," tambahnya.
Dengan kebijakan efisiensi yang sudah berjalan, Pemkab Wonogiri optimistis bahwa pelayanan masyarakat tetap dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan kebutuhan esensial, terutama dalam sektor administrasi kependudukan seperti pencetakan e-KTP. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono