RADARSOLO.COM - Rencana pendirian pabrik semen di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat. Dalam menghadapi potensi gesekan antarkelompok, Pemerintah Daerah (Pemda) bersama TNI/Polri mengambil langkah proaktif.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menekankan dukungannya terhadap proyek ini.
Setyo menyatakan, bahwa selama semua persyaratan hukum dan lingkungan terpenuhi, proyek harus didorong.
“AMDAL dan regulasi lainnya jika sudah terpenuhi, kami akan mendukung. Kita bersama-sama ingin memajukan Wonogiri,” ungkap Setyo.
Pendirian pabrik diharapkan akan membawa berbagai manfaat ekonomi, termasuk penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan UMKM serta multiplier effect lainnya.
Namun, Bupati mengakui adanya potensi konflik dan menegaskan pentingnya mencari solusi atas perbedaan yang ada.
“Kami akan bekerja bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim untuk mengantisipasi gesekan yang mungkin terjadi,” tambah Setyo.
Sementara itu, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono, melihat pabrik semen sebagai kesempatan pengembangan yang signifikan untuk Wonogiri, yang akan meningkatkan PAD dan menciptakan lapangan kerja baru.
"Masalah gesekan dan lainnya (antara kelompok pro dan kontra,red) saya kira nanti butuh edukasi," kata dia.
Sedangkan Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo mengatakan pihaknya mendukung program pemerintah.
Semisal ada gesekan yang terjadi antara kelompok warga yang pro dan kontra terhadap pendirian pabrik semen tersebut, maka akan diambil langkah.
“Kami mendukung penuh program pemerintah. Jika terjadi gesekan, kami akan berusaha meminimalisir dan mengeliminasi konflik sekecil mungkin,” katanya.
Kapolres juga menekankan pentingnya dialog dan komunikasi antar warga.
“Permasalahan pro kontra harus dibicarakan secara baik-baik. Kami akan membuka ruang dialog untuk mencapai solusi yang dapat diterima semua pihak,” jelas Jarot.
Upaya pemerintah daerah dan aparat keamanan menunjukkan komitmen kuat untuk mengelola dampak sosial dari proyek pembangunan besar ini, serta pentingnya melibatkan masyarakat dalam setiap langkah pembangunan. (al)
Editor : Damianus Bram