Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jelajah Wonogiri: Jejak Kali Goa yang Diyakini Peninggalan Hayam Wuruk hingga Desa Wisata Wayang di Wuryantoro

Kabun Triyatno • Selasa, 22 April 2025 | 17:18 WIB
Kerajinan tatah sungging (Arief Budiman/Radar Solo)
Kerajinan tatah sungging (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Terletak di bagian tengah Kabupaten Wonogiri, Kecamatan Wuryantoro dikenal dengan wilayah dataran rendah yang berpadu dengan perbukitan. Kondisi geografis ini menjadikannya cocok sebagai kawasan pertanian yang subur.

Berbagai potensi wisata alam dan budaya tersimpan di sini. Salah satunya adalah Hutan Pinus Suwondo di Desa Gumiwang Lor, yang menghadirkan suasana sejuk dan alami untuk wisatawan.

Ada pula Kali Goa di Desa Pulutan Kulon, yang dipercaya sebagai peninggalan sejarah era Prabu Hayam Wuruk. Sementara itu, Museum Wayang Indonesia yang dulunya merupakan Padepokan Pak Bei Tani kini menjadi pusat edukasi sejarah dan budaya lokal.

Budaya Wuryantoro juga sangat hidup. Masyarakat setempat masih aktif mempertahankan kesenian tradisional seperti wayang kulit, campursari, nasyid, serta reog Ponorogo.

Dari sisi ekonomi, sektor pertanian menjadi tulang punggung, dengan komoditas utama seperti padi, jagung, dan ubi kayu. Desa Pulutan Wetan dikenal sebagai sentra produksi abon, sementara Desa Gumiwang Lor terkenal dengan kerajinan tatah sungging kulit, yang menunjukkan kekayaan tradisi seni kriya masyarakatnya. (berbagai sumber/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#abon #Museum Wayang #hayam wuruk #tatah sungging