RADARSOLO.COM - Pembunuhan keji terhadap Dwi Hastuti, 48, warga Desa/Kecamatan Baturetno, Wonogiri yang dicekik dan mayatnya dicor oleh kekasihnya, Joko, 34, menyisakan cerita haru bagi keluarga dan tetangga korban.
Warga tak menyangka jika kabar hilangnya Dwi Hastuti yang berembus sejak 2 bulan terakhir, akan menjadi kehilangan untuk selama-lamanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun radarsolo.com, Dwi Hastuti kali terakhir terlihat pergi berdua dengan Joko alias pelaku, yang sehari-harinya berprofesi sebagai sopir bus bumel.
Saat itu, warga dan kenalan korban maupun pelaku juga tak menaruh curiga.
Sebab, keduanya selama ini diketahui memang menjalin asmara. Meski Joko sendiri sebenarnya sudah memiliki istri dan anak di tempat asalnya di Ngadirojo.
"Infonya terakhir kali Dwi terlihat pergi bersama Joko," ucap salah seorang sumber yang enggan disebut namanya.
Sumber itu mengatakan, selain soal asmara, diduga ada motif lain di balik aksi keji Joko membunuh Dwi.
Yakni soal penggelapan bisnis rental mobil.
Diketahui, Dwi memiliki satu unit mobil yang direntalkan.
Suatu ketika, mobil itu dirental oleh Joko dan digadaikan ke seseorang.
"Katanya, orang itu kemudian juga menggadaikan lagi mobil milik Dwi. Jadi Dwi mengejar Joko untuk mengembalikan mobil miliknya," papar sumber itu.
Sementara itu, kepergian Dwi Hastuti juga membuat keluarga dan tetangga merasa kehilangan.
Menurut sumber lain yang juga tetangga korban, Dwi terkenal ramah dan suka bergaul.
Termasuk rajin datang membantu memasak di acara hajatan pernikahan tetangga.
Dwi juga dikenal pintar memasak. Salah satunya dia kerap dipercaya memasak hidangan sop manten di acara hajatan pernikahan.
"Dia itu aktif rewang (membantu memasak di acara hajatan). Kalau rewang, dia paling jago bikin sop," kata sumber tersebut.
Kini, Dwi Hastuti telah pergi untuk selama-lamanya dengan cara yang cukup tragis.
Dia dibekap dan dicekik, kemudian mayatnya dicor di dekat kandang itik belakang rumah orang tua Joko di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo.
Usai menangkap pelaku dan melakukan evakuasi mayat korban, pihak kepolisian masih mendalami kasus pembunuhan tersebut.
"Saat ini kasus masih pendalaman," kata Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, Kamis (1/5/2025). (ria)
Editor : Syahaamah Fikria