RADARSOLO.COM-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menerbitkan surat edaran (SE) terbaru menyusul peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara.
Menyikapi hal itu, Pemkab Wonogiri menginstruksikan jajaran terkait untuk bergerak cepat meningkatkan kewaspadaan.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyatakan, pihaknya mengikuti sepenuhnya arahan dari pusat.
Ia menegaskan pentingnya langkah preventif agar kejadian seperti masa pandemi lalu tidak terulang.
“Tentu kita tidak ingin terulang kondisi pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu dengan korban yang banyak,” ujar Setyo Sukarno, Senin (2/6/2025).
Ia juga meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan guna menindaklanjuti edaran tersebut.
Dinkes Terbitkan SE ke Puskesmas dan RS
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Wonogiri Satyawati Prawirohardjo mengatakan, edaran dari Kemenkes telah ditindaklanjuti oleh Dinkes Provinsi Jawa Tengah dan Dinkes Wonogiri.
Edaran serupa juga telah dikirimkan ke seluruh puskesmas, rumah sakit, dan klinik di wilayah Wonogiri.
“Kalau soal kasus terkonfirmasi Covid-19, sejak merebaknya di negara lain satu bulan ke belakang, kami belum ada notifikasi kasus terkonfirmasi di Wonogiri,” ujar Satyawati yang akrab disapa Watik.
Pemantauan Lewat Sistem SKDR
Watik menjelaskan bahwa Dinkes melakukan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
Sistem ini mencatat laporan dari fasilitas kesehatan terkait penyakit potensial wabah, termasuk Covid-19.
Terakhir kali kasus terkonfirmasi Covid-19 di Wonogiri ditemukan pada akhir tahun 2024, tepatnya di triwulan keempat.
Imbauan PHBS dan Deteksi Dini
Masyarakat Wonogiri diimbau tetap waspada namun tidak panik.
Dinkes menyarankan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mencuci tangan dengan sabun, dan memakai masker saat sakit atau berada di kerumunan.
“Yang terpenting mengetahui cara penularannya. Kalau lewat droplet, maka langkah pencegahannya juga sudah bisa diketahui,” tutup Watik. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono