Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Terdampak Efisiensi Anggaran, Disnaker Wonogiri Malah Bikin Inovasi: Kok Bisa?

Iwan Adi Luhung • Kamis, 12 Juni 2025 | 02:29 WIB
Disnaker Wonogiri me-launching platform Skillgrab di MPP Nyawiji, Rabu (11/6/2025).
Disnaker Wonogiri me-launching platform Skillgrab di MPP Nyawiji, Rabu (11/6/2025).

RADARSOLO.COM- Kebijakan pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran, disikapi secara bijak oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Wonogiri.

Bukan hanya berpangku tangan, mereka memutar otak agar program pelatihan bagi warga Wonogiri tak terganggu.

Hasilnya, Disnaker dan Balai Latihan Kerja (BLK) Wonogiri malah membuat inovasi yang memudahkan pelatihan bagi masyarakat.

Kepala Disnaker Wonogiri Wiyanto mengatakan, inovasi yang ditelurkan itu dinamai Skillgrab.

Dimana dalam platform itu, warga bisa mendapatkan sejumlah pelatihan mulai berbasis online, hybrid hingga self training.

Wiyanto menerangkan, pada 2025 ada efisiensi baik di tingkat pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Biasanya, ada anggaran pelatihan yang diberikan lewat Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BBPVP), namun di tahun ini masih abu-abu.

"Tahun lalu kita dapat 17 paket. Tapi di tahun ini, sampai dengan saat ini belum jelas. Makanya biar masyarakat tetap dapat manfaat pelatihan, ada inovasi Skillgrab ini," ujar Wiyanto usai launching skillgrab di MPP Nyawiji Wonogiri, Rabu (11/6/2025).

Menurut dia, instruktur dari BLK Wonogiri sudah mendapatkan gaji.

Jadi mereka tetap menjalankan tugas dan sarpras yang ada dimaksimalkan.

Program pelatihan yang disediakan gratis.

Baca Juga: Kapan Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Jateng Berakhir? Jangan Sampai Terlambat, Ini Cara Mengurusnya!

Namun untuk sementara ini karena keterbatasan anggaran, untuk peserta yang mengikuti praktek juga perlu modal sendiri.

"Misal pelatihan menjahit, kainnya bawa sendiri. Kalau alatnya di BLK ada. Tata boga atau pastry bawa tepung sendiri. Karena kita juga nol rupiah anggarannya, ini solusi masyarakat tetap mendapatkan pelatihan," papar dia.

Adapun warga yang berminat bisa mengakses website BLK Wonogiri untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait dengan skillgrab.

Kepala UPTD BLK Wonogiri Adi Rohmadi Abdulah menambahkan, biasanya pelatihan dilakukan secara offline.

Namun dengan inovasi itu, pelatihan bisa dilakukan dengan sejumlah cara. Mulai dari offline, online, hybrid dan self training.

"Di BLK, walaupun pelatihan online tetap ada pendampingan yang dilakukan. Tetap ada instruktur dan interaksi," kata dia.

Hal itu disesuaikan dengan materi pelatuhan.

Jika pelatihan yang diambil seperti menjahit, maka bisa dilakukan metode hybrid dimana materi diberikan secara online dan praktik dilakukan di BLK Wonogiri.

"Untuk yang self training itu belajar mandiri secara online. Kalau sudah selesai ada grade dia lulus atau tidak nanti dapat sertifikat," beber dia.

Adi menerangkan, platform skillgrab terbuka bagi warga Wonogiri dan luar Wonogiri.

Namun untuk model pembelajaran hybrid dan offline dibatasi dan warga Wonogiri diprioritaskan dimana akses ke BLK dekat.

"Saat dekat kan bisa dijangkau," beber dia. (al/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#efisensi anggaran #Disnaker Wonogiri #Skillgrab #inovasi