Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pasca Evakuasi Mayat, Mulut Luweng di Paranggupito Wonogiri Tak Ditutup, Ini Alasannya

Iwan Adi Luhung • Rabu, 9 Juli 2025 | 01:42 WIB
Proses evakuasi mayat di sebuah luweng yang ada di Desa Gudangharjo Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Senin (7/7/2025).
Proses evakuasi mayat di sebuah luweng yang ada di Desa Gudangharjo Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Senin (7/7/2025).

RADARSOLO.COM-Pascainsiden penemuan mayat di dalam luweng Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Senin (7/7/2025), mulut luweng  tidak ditutup.

Alasannya, lokasi luweng dinilai jauh dari pemukiman dan risiko orang terpeleset cukup kecil.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama, Selasa (8/7/2025).

“Kalau dilihat, memang curam. Tapi yang pertama, dari pemukiman cukup jauh. Saya kemarin jalan 30 menit lebih ke sana,” ujar Fuad.

Menurutnya, warga yang biasa datang ke sekitar luweng adalah mereka yang memiliki tegalan atau kebun di lokasi tersebut, dan umumnya sudah mengetahui keberadaan luweng itu.

“Kemudian di sekitar luweng juga hampir tertutup tanaman seperti bambu dan rumput. Meski demikian, saat di lokasi itu kelihatan ada lubang. Jadi relatif aman, kemungkinan terpeleset kecil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fuad menerangkan bahwa luweng tersebut tidak mulus berlubang seperti sumur pada umumnya.

Di sekelilingnya terdapat perengan batuan, yang menjadi ciri khas luweng di kawasan itu.

“Memang lubang menganga, tapi ada batuannya. Luwengnya juga masih berfungsi sebagai resapan air di sana,” tambah Fuad.

Sebelumnya, tim gabungan dari SAR, BPBD, TNI/Polri, dan warga berhasil mengevakuasi mayat pria berinisial S (52) dari kedalaman sekitar 50 meter di dalam luweng.

Sementara kedalaman maksimal luweng tersebut disebut bisa mencapai hingga 200 meter.

Baca Juga: 54 Koperasi Merah Putih di Solo Siap Diluncurkan, Masing-Masing Dapat Modal Usaha Rp 15 Juta

Korban diduga mengalami depresi akibat masalah keluarga, dan sejak beberapa hari terakhir tinggal di gubuk dekat luweng setelah kembali ke rumah orang tuanya di Desa Gudangharjo.

Peristiwa tersebut terungkap setelah warga mencium bau menyengat dari arah luweng pada Senin pagi. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 17.15 WIB. (al)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#mayat #paranggupito #Luweng #wonogiri