RADARSOLO.COM - Festival Mie Ayam dan Bakso Wonogiri 2025 resmi ditutup Sabtu (26/7/2025) malam.
Selama dua hari penyelenggaraan, para pedagang mencapai omzet total senilai ratusan juta rupiah.
Festival yang digelar selama Jumat-Sabtu (25-26/7/2025) itu ditutup oleh Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno.
Dalam sambutannya, Imron meminta masyarakat agar bangga dengan mi ayam dan bakso, yang merupakan kuliner khas Wonogiri.
"Ada yang bilang mi ayam makanan warga menengah ke bawah. Jangan dibahasakan begitu. Mi ayam dan bakso adalah kuliner khas dari Wonogiri," ujar dia usai memantau Festival Mie Ayam dan Bakso Wonogiri 2025 di Alun-Alun Giri Krida Bakti.
Sementara itu, Imron melihat festival ini telah sukses menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat.
Multiplier effect gelaran itu di antaranya juga dirasakan pedagang kaki lima (PKL) dan juga pedagang mainan anak-anak yang biasa mangkal di alun-alun.
"Kita lihat ramai warga yang datang. Tentu perputaran ekonomi berjalan di sini," kata dia.
Pemkab Wonogiri turut mendukung jika festival ini bisa kembali digelar secara rutin di tahun-tahun mendatang.
Bahkan diharapkan bisa dihelat dalam skala lebih besar.
Apalagi dia melihat event tersebut sukses digelar.
"Kalau semakin besar, makin banyak menarik warga. Mi ayam dan bakso adalah kuliner khas Wonogiri yang digemari banyak orang," kata Imron.
Ketua Panitia Festival Mie Ayam dan Bakso Wonogiri 2025 Topik Adi Nugroho mengatakan, pihaknya memperkirakan omzet tenant-tenant di festival yang digelar selama dua hari itu mencapai Rp800 juta.
"Kalau omzet tiap tenant vervariasi. Ada yang pada hari pertama itu dapat Rp12 juta, Rp15 juta ada. Perkiraan kami omzet seluruh tenant hampir Rp800 juta," kata dia.
Topik menuturkan, pihaknya juga siap digandeng Pemkab Wonogiri untuk menggelar event serupa yang lebih besar di tahun depan. Apalagi, animo masyarakat sangat besar. (al/ria)
Editor : Syahaamah Fikria