RADARSOLO.COM-Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Wonogiri resmi menjalani sumpah janji sekaligus menerima Surat Keputusan (SK), Senin (28/7/2025).
Dalam kesempatan itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno memberikan pesan khusus agar para PPPK tidak hanya fokus pada karier. Tetapi juga memperkuat kehidupan rumah tangga.
Sebanyak 516 PPPK tahap I formasi 2024 menerima SK. Terdiri dari 493 tenaga teknis dan 23 tenaga kesehatan (nakes).
Dalam sambutannya, Setyo menyinggung maraknya kasus perceraian di kalangan ASN, khususnya guru.
Ia mengingatkan bahwa peningkatan status kepegawaian harus diiringi dengan penguatan hubungan keluarga.
“Peningkatan status kepegawaian itu dibarengi dengan penguatan dalam hubungan keluarga. Kita tak ingin kasus perceraian di kalangan ASN, khususnya PPPK di Wonogiri maupun di daerah lain, semakin banyak,” paparnya.
Setyo menegaskan, keharmonisan keluarga berpengaruh pada wibawa pegawai, terutama guru, di mata murid.
“Kehormatan atau kewibawaan guru itu berkurang jika ada masalah rumah tangga. Murid bisa menyepelekan,” bebernya.
Wakil Bupati Imron Rizkyarno menambahkan, banyak PPPK penerima SK yang berasal dari luar Wonogiri.
“Harapan kita, meski mereka dari luar Wonogiri, mereka bisa mencintai Wonogiri,” ujarnya.
Data Kasus Perceraian ASN Wonogiri
Berdasarkan catatan, jumlah ASN yang mengajukan permohonan cerai di Wonogiri mencapai:
2021: 19 orang
2022: 19 orang
2023: 27 orang
2024: 21 orang
Medio 2025: 12 orang (mayoritas pemohon perempuan, alasan dominan tidak mendapat nafkah). (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono