RADARSOLO.COM - Korban tewas kecelakaan maut di perlintasan kereta api di Gemantar, Selogiri bertambah. Qi,7, yang sebelumnya dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo tadi malam meninggal.
Dengan demikian, kecelakaan antara kereta api (KA) Batara Kresna dan mobil berpenumpang 6 orang tersebut menjadi dua orang.
Sebelumnya, May Rizqyani meninggal tak lama setelah mobil Toyota Agya T 1759 GP merah tersebut tertabrak kereta api.
Kabar duka mengenai pertambahan korban meninggal itu disampaikan Kepala Desa Gemantar Sunarno.
“Tadi malam sekitar pukul 23.00 meninggal di (RSUD Dr) Moewardi. Ini saya masih di makam. Baru saja selesai memakamkan. Dua korban lain masih koma di Muwardi. Yg dua sudah sadar di PKU Nambangan,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan antara mobil Toyota Agya nopol T 1759 GP dan Kereta Api (KA) Batara Kresna di perlintasan tanpa pintu, Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Sabtu (16/8/2025), tidak hanya menyebabkan dua orang meninggal dunia.
4 penumpang mobil Toyota Agya yang merupakan warga di sekitar lokasi kejadian mengalami luka-luka cukup parah.
Mereka adalah:
- Marino, 56, sopir mobil mengalami patah tulang kaki dan tak sadarkan diri.
- Sri Handayani, 44.
- Tri Lestari, 31.
- Aq, 5.
Diperoleh keterangan bahwa Marino mengalami luka pada kaki kanan.
Saat ini, Marino sudah dalam kondisi sadar dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Selogiri.
Sri Handayani, 44, yang patah kaki kanannya juga dalam kondisi sadar dan dirawat di rumah sakit yang sama.
Sementara itu, dua korban lainnya dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo.
Baca Juga: Semangat Merah Putih di Stadion Taruna Sragen, Eks Napiter Dirangkul untuk Kebersamaan
Mereka adalah Tri Lestari, 31, yang menderita luka robek di kepala dan kondisinya mulai membaik.
Begitu pula dengan Aq yang terluka di bagian kepala mulai merespon rangsangan pada kesadarannya.
Sebagai informasi, kecelakaan antara mobil dan KA Batara Kresna terjadi sekitar pukul 10.55.
Kejadian tersebut menewaskan Rizkiyani, 34, warga Gemantar, Selogiri, Wonogiri.
Keterangan dari sejumlah saksi, para penumpang mobil hendak ke pasar.
Membeli kebutuhan untuk tirakatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang digelar di desa mereka nanti malam.
Nahas, saat melintasi perlintasan KA tak berpalang dan tanpa penjaga, sopir mobil yang melaju dari arah timur tak menyadari kedatangan KA Batara Kresna dari arah utara.
Tabrakan tak terhindarkan lagi. Mobil Toyota Agya terseret sejauh 40 meter dari titik awal benturan.
Mobil warna merah tersebut lalu terlempar ke pekarangan kosong di sisi timur rel kereta api.
Rizqyani yang duduk di jok belakang sisi sebelah kanan terjepit bagian mobil yang ringsek. (aw)
Editor : Damianus Bram