RADARSOLO.COM- Kecelakaan yang melibatkan mobil pribadi dan KA Batara Kresna di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Gemantar, Selogiri, Wonogiri, belum lama ini menyisakan duka mendalam.
Dalam kejadian tersebut, 2 orang penumpang mobil meninggal dunia.
Mengantisipasi kejadian serupa, Satlantar Polres Wonogiri bersama warga Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, mengambil langkah proaktif.
Mereka memasang "polisi tidur" dan speed bump di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.
Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Subroto menjelaskan, pemasangan polisi tidur dilakukan di tiga titik yang dianggap rawan.
Tujuannya adalah mengingatkan para pengendara agar lebih waspada dan mengurangi kecepatan saat melintasi rel.
“Pemasangan polisi tidur ini merupakan hasil kerja sama antara kepolisian dan masyarakat. Tujuannya agar para pengguna jalan lebih berhati-hati, sehingga potensi kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu bisa ditekan,” papar AKP Subroto.
Masyarakat setempat menyambut baik langkah tersebt. Mengingat jalur kereta api di Desa Gemantar sering dilalui kendaraan.
Diharapkan, dengan adanya polisi tidur, pengguna jalan akan lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan.
Polres Wonogiri juga mengimbau pengguna jalan selalu ekstrawaspada saat melintasi perlintasan kereta api, baik yang berpalang pintu maupun yang tidak.
“Utamakan keselamatan, berhenti sejenak, tengok kanan-kiri sebelum melintas,” tegas Kasat Lantas. (aw)
Editor : Tri wahyu Cahyono