RADARSOLO.COM-Pedagang Pasar Kota Wonogiri terpaksa mencari lokasi baru untuk berdagang dalam pasca kebakaran.
Ada diantaranya yang terpaksa berebut lokasi lapan di sekitar Pasar Kota Wonogiri.
Bahkan sejumlah pedagang ada rela tidur di lokasi yang dipilih karena khawatir ditempati orang lain.
Ketua Paguyuban Pasar Kota Wonogiri Utomo Honru Suryanto mengatakan, para pedagang telah mencari titik baru untuk berdagang.
Honru juga telah mencari lokasi berdagang usai kios dan dagangannya ludes dilalap api.
"Saya cari tempat di selatan stasiun. Ini sedang siap-siap kulakan juga," ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Honru tak sendiri. Banyak pedagang lain yang memanfaatkan lahan PT KAI di sebelah selatan Stasiun Wonogiri untuk berdagang.
Menurut dia, pedagang secara naluriah akan mencari titik baru untuk berjualan.
Apalagi, hal ini juga menyangkut urusan dapur masing-masing orang.
"Selain itu kalau tidak jualan, dampaknya kan juga ke masyarakat. Masyarakat butuh belanja. Mau cari bahan untuk dimasak, carinya dimana?," kata dia.
Fenomena ini muncul karena menyiapkan pasar darurat tak semudah membalik telapak tangan.
Baca Juga: Tujuh Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Terkait RAPBD 2026, Ini Catatan dari DPRD Klaten
Meski demikian, Honru meminta para pedagang lain untuk pindah ke pasar darurat saat sudah didirikan.
Katini, yang berjualan di sisi selatan Stasiun Wonogiri mengaku langsung "mengkavling" lokasi untuk menggelar lapak pasca kebakaran.
"Jualan daging mas. Kemarin jualan di sini setelah kebakaran. Sudah ada barangnya," terang dia.
Katini paham bahwa lokasinya berdagang adalah lahan milik PT KAI. Dia hanya ingin menggunakannya untuk berdagang sementara waktu.
Tri, pedagang lainnya bikin lapak lebih dekat dengan Stasiun Wonogiri.
Dagangannya berupa sayur mayur di lantai dua Pasar Kota Wonogiri ludes terbakar.
"Tadi sudah kulakan. Ini timbangannya juga baru," katanya.
Baru pada hari ini Tri berdagang di titik itu. "Ini lahan PT KAI, kemarin dibolehkan dagang di sini yang penting bukan bangunan permanen. Intinya bisa jualan dulu," urainya.
Lokasi darurat lain yang digunakan pedagang Pasar Kota Wonogiri yakni di area drop point Trans Jateng.
Seperti dilakukan Suratmi yang berdagang sejak Senin malam.
"Tidur disini juga. Kalau dipakai orang lain kan mau minta pergi tidak enak," jelas dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdag & KUKM) Wonogiri Wahyu Widayati memahami bahwa pedagang ingin segera berjualan.
Pihaknya tak menyarankan maupun melarang pedagang untuk menggelar lapaknya di sisi selatan Stasiun Wonogiri atau area terminal yang biasa digunakan sebagai drop point Trans Jateng.
Baca Juga: MA Tolak Kasasi Mantan Dewan Pengawas BUMDes Berjo, Kejari Karanganyar Buru Aset Berharga Terpidana
"Secara alami pasti begitu (mencari tempat berdagang). Tapi nanti saat sudah disiapkan pasar darurat, bisa pindah," beber dia.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri Waluyo mengatakan, pihaknya tak melarang pedagang untuk berjualan di area drop point Trans Jateng.
Adapun drop point Trans Jateng dipindahkan ke depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Nyawiji.
"Pindah disana (drop point Trans Jateng) mulai hari ini," kata dia. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono