Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dinkes Wonogiri Ungkap Penyebab Keracunan Ratusan Pelajar di Slogohimo setelah Santap Menu MBG

Iwan Adi Luhung • Rabu, 8 Oktober 2025 | 18:04 WIB
Petugas sedang mempersiapkan menu MBG di SPPG Laweyan. (M Ihsan/Radar Solo)
Petugas sedang mempersiapkan menu MBG di SPPG Laweyan. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri mengungkap penyebab gejala keracunan ratusan pelajar setelah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Slogohimo.

Dinkes telah melakukan pengujian sampel menu MBG. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Wonogiri Teguh Santoso mengatakan, tim Puskesmas Slogohimo telah melakukan penyelidikan epidemiologi atas peristiwa keracunan di Slogohimo.

Dinkes mencatat ada 131 pelajar yang mengalami gejala keracunan.

Mereka berasal dari SMAN 1 Slogohimo dan Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Qur’an Slogohimo.

"131 anak mengalami gejala seperti diare, mual, dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG," ujar Teguh, Rabu (8/10/2025).

Berdasarkan hasil penyelidikan, para siswa mengonsumsi menu MBG pada 30 September 2025 antara pukul 11.00-13.00.

Rata-rata, gejala keracunan muncul sekira 15 jam setelah mengonsumsi makanan.

Adapun gejala yang dialami diantaranya diare, mual, dan muntah.

Sejumlah siswa memeriksakan diri ke Puskesmas Slogohimo. Ada juga yang ke klinik di wilayah setempat.

Para pelajar memeriksakan diri sehari berselang atau pada 1 Oktober 2025.

Baca Juga: Pasca Keracunan Massal, MBG Kembali Didistribusikan ke SMAN 2 Wonogiri: Begini Reaksi Pelajar

Tim Puskesmas Slogohimo juga mendapatkan laporan dugaan keracun dan telah turun ke mengambil sampel dan memberikan obat. 

"Kita lakukan pemeriksaan sampel. Termasuk sampel makanan. Hasilnya ada temuan mikroorganisme Escherichia Coli dan Salmonella Sp. yang relevan dengan gejala yang muncul," terang Teguh.

Berkaca dari kasus tersebut, Dinkes Wonogiri memberikan sejumlah saran dan rekomendasi.

Diantaranya puskesmas wajib melakukan edukasi kepada penjamah dan pengolah makanan terkait dengan higiene sanitasi.

Puskesmas segera melakukan penyelidikan epidemiologi apabila mendapatkan laporan dugaan keracunan makanan dalam waktu kuran dari 24 jam serta mengambil semua sampel yang diperlukan 

Petugas kesehatan lingkungan setempat memberikan edukasi perbaikan SPPG agar sesuai standar.

Dinkes juga berkoordinasi dengan SPPG guna melakukan audit untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Sebelumnya diberitakan, Ratusan siswa di Kecamatan Slogohimo diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.

Kasus ini juga menimpa ratusan murid SMAN 2 Wonogiri pada September 2025. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Dinkes #pelajar #Mbg #keracunan #Makan Bergizi Gratis #wonogiri #puskesmas #slogohimo #sekolah